
SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penerapan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Skema ini dinilai mampu mengoptimalkan potensi retribusi sampah serta layanan laboratorium lingkungan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan potensi pendapatan dari sektor tersebut diprekirakan dapat mencapai Rp3,5 hingga Rp4 miliar per tahun. Namun saat ini realisasi masih jauh dari potensi, yakni sekitar Rp250 juta.
“Potensi itu sudah kami hitung dan paparkan, bisa mencapai Rp3,5 sampai Rp4 miliar per tahun. Tapi sekarang baru sekitar Rp250 juta karena belum maksimal,” ucapnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu sumber PAD berasal dari retribusi pengqngkutan sampah yang seharsunya dapat ditagih secara optimal. Selain itu, DLH juga memiliki Laboratorium Lingkungan Hidup yang telah terakreditasi nasional dan mampu melakukan pengujian kualitas lingkungan.
“Laboratorium kita sudah terakreditasi, bisa mengukur pencemaran air seperti kandungan asam sulfat dan lainnya. Namun memang belum maksimal karena keterbatasan sarana dan kemampuan,” jelasnya.
Menurut Marjuki, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengembagan layanan, termasuk pemeliharaan alat laboratorium yang menmbutuhkan biaya tidak sedikit.
“Kalau hanya mengandalkan anggaran, kita sulit berkembang. Bahkan untuk pemeliharaan alat saja masih terbatas,” katanya.
Ia menegaskan, secara administrasi dan persyaratan, DLH Kotim sebenarnya telah siap untuk menjadi BLUD. Proses evaluasi pun telah dilalui dan kini tinggal meununggu penetapan melalui surat keputusan bupati.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





