PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) sayur mayur dan kebutuhan pokok yang direlokasi dari tepi jalan sekitar pintu masuk pasar dan depan Pasar Indra Sari mengeluhkan minimnya pembeli di lokasi baru, yakni Taman Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru.
Para pedagang mengaku pendapatan mereka menurun hingga 60 persen sejak dipindahkan dari trotoar ke lokasi relokasi.
“Kami berharap ada peningkatan sarana dan prasarana, seperti perbaikan akses jalan menuju taman serta pemasangan lampu penerangan. Kalau malam hari kondisinya gelap,” ujar salah seorang pedagang, Bariyah, Selasa (24/2).
Di sisi lain, sebagian warga meminta pemerintah daerah tidak menjadikan keluhan tersebut sebagai alasan untuk mengizinkan pedagang kembali berjualan di tepi jalan.
Ririn, warga Pangkalan Bun, menilai penataan pasar saat ini sudah lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kondisi jalan masuk menuju Jalan Berunai kini tidak lagi macet dan semrawut seperti sebelum relokasi dilakukan.
“Kami berharap keluhan pedagang tidak perlu ditanggapi dengan mengembalikan mereka ke tepi jalan. Sekarang sudah lebih bagus, tertata, dan rapi,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Pandu, pedagang ikan di pasar tersebut. Ia mengatakan sebelum relokasi, aktivitas parkir dan bongkar muat kerap dilakukan sembarangan sehingga menyulitkan pedagang lain.
“Dulu kami kesulitan saat mengangkut ikan karena parkir dan bongkar muat sayur tidak teratur. Sekarang setelah ditertibkan, pasar jadi lebih lega dan nyaman,” ujarnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno