PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah resmi membuka turnamen olahraga tradisional dalam rangka Festival Marunting Batu Aji 2026 di Lapangan Sampuraga, Rabu (11/2).
Perhelatan tahunan yang digelar selama dua hari tersebut disambut antusias masyarakat dan peserta festival. Sejumlah olahraga dan permainan tradisional yang dipertandingkan antara lain menyumpit, belogo, begasing, serta sepak sawut atau sepak bola api tradisional.
Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya daerah, khususnya olahraga tradisional yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam sambutannya, Nurhidayah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Marunting Batu Aji yang dinilai mampu menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui olahraga tradisional.
“Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya lokal yang sangat penting, khususnya dalam menjaga eksistensi olahraga tradisional agar tetap dikenal dan diminati generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mewariskan nilai kebersamaan, sportivitas, dan identitas budaya daerah.
Lebih lanjut, Nurhidayah menilai Festival Marunting Batu Aji berpotensi menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi pelestarian budaya maupun sektor pariwisata.
“Saya berharap festival ini dapat menjadi sarana promosi pariwisata daerah. Dengan menampilkan kekayaan budaya dan olahraga tradisional, kita dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Kotawaringin Barat sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno