Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Memahami Fenomena Bunuh Diri yang Harus Dicegah . Oleh : Mery Hermawati , CH., CHt., CPHt

Ria Mekar Anggreany • Selasa, 10 Februari 2026 | 22:25 WIB
Mery Hermawati , CH., CHt., CPHt
Mery Hermawati , CH., CHt., CPHt

NANGA BULIK- Dalam beberapa tahun terakhir kasus bunuh diri semakin marak terjadi. Pemicunya berbagai macam hal, mulai dari motif asmara, ekonomi, penyakit dan banyak lagi. 

Salah satu hypnoterapis asal Kabupaten Lamandau, Mery Hermawati , CH., CHt., CPHt mengatakan bahwa kesehatan mental masyarakat saat ini menurutnya cukup memprihatinkan, khususnya di kalangan anak remaja. Sehingga butuh kerjasama semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait masalah kini. " Klien yang datang ke saya rata-rata sudah di fase mikir bundir, " ungkapnya. 

Ia membeberkan, bunuh diri dalam pandangan hipnotherapy tidak dilihat sebagai keputusan yang diambil secara sadar dan jernih, melainkan sebagai tindakan yang muncul saat seseorang berada dalam tekanan emosi sangat berat. Pada kondisi ini pikiran bawah sadar lebih dominan dibanding pikiran rasionalnya. Sehingga cara berpikir menjadi sempit dan dipenuhi rasa putus asa, bersalah serta keyakinan keliru bahwa dirinya tidak berharga. 

"Seperti yang kemarin baru terjadi, adanya surat wasiat yang ditinggalkan pelaku bukanlah tanda bahwa kondisi mentalnya sehat , tetapi justru menunjukkan adanya konflik batin yang mendalam, "ucap Mery.

Karena itu, lanjutnya, peristiwa ini perlu disikapi dengan empati dan bijaksana tanpa menghakimi maupun membenarkan tindakannya. Jadikanlah kejadian ini sebagai pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan pencegahan sejak dini. 

Ia memaparkan beberapa tanda orang yang ingin bunuh diri.  Yang pertama sering berpikir saya gagal , tidak berharga, capek, tidak berguna, percuma hidup. Kedua, sering merasa bersalah, bimbang ,kecewa ,sedih murung ,cemas, tidak percaya diri, menderita, frustasi, hampa, kosong, mudah tersinggung dan putus asa. 

" Ketiga, kesehatan fisik terganggu, merasa lelah sepanjang hari, sulit tidur, selera makan terganggu ,nyeri tubuh dan lemas, " terang Mery.

Menurutnya, untuk mencegahnya, upaya yang bisa kita lakukan jika menemukan orang disekitar kita menunjukkan ciri-ciri tersebut adalah berempati, dengan mencoba memahaminya, menunjukkan perhatian, mendampingi dengan kasih, serta sarankan datang ke tenaga profesional seperti psikolog, psikiater dan hypnothropis. 

"Yang tidak boleh dilakukan adalah berdebat, membandingkan masalah , menentang, memberikan harapan palsu, menciptakan rasa bersalah dengan kata kurang beriman dan menghakimi,”tegas Mery.

Ia menambahkan, secara garis besar tips menjaga kesehatan mental adalah dengan cara mengolah emosi dengan baik. “Karena tidak semua harus kita kendalikan dan beri reaksi. Menyediakan waktu untuk diri sendiri, melakukan hal-hal yang disenangi, istirahat cukup, cintai diri dan rawatlah diri baik dari dalam maupun luar. Gunakan media sosial gadget dengan bijaksana, karena media sosial sering jadi pemicu. Luangkan waktu untuk mengembangkan diri dengan belajar hal-hal positif, " urainya.

 Baca Juga: Terungkap, Inilah Dugaan Penyebab Percobaan Bunuh Diri di Antang Kalang

 

Terpisah Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono saat dikonfirmasi usai peluncuran MBG kemarin menjelaskan bahwa kejadian gantung diri  yang terjadi di daerah Bukit Pandau, RT 14 Nanga Bulik pada minggu (8/2) lalu menegaskan bahwa itu murni bunuh diri. Ini untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang ditengah masyarakat yang menduga bahwa korban merupakan korban pembunuhan. 

"Sudah dipastikan bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Serta ditandai dengan keluarnya cairan maupun kotoran dari lubang kemaluan dan dubur,”tegasnya.

Selain itu juga ada pesan-peaan yang ditulis korban yang merasa hidupnya tidak berguna dan tidak mampu melanjutkan hidup. 

" Atas kejadian ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Jangan memendam masalah dan pemikiran sendiri. Tapi di sharing dan komunikasikan. Yang utama adalah mendekat dengan tuhan, tidak ada satu agamapun yang menganjurkan untuk mengakhiri hidup," pungkas Kapolres, menyikapi fenomena bundir yang terjadi belakangan ini.

Apapun cobaan yang sedang dihadapi menurutnya  adalah ujian untuk dijalani sehingga bagi yang mampu melaluinya, akan dapat sesuatu yang indah  lebih baik lagi dikemudian hari. Karena Tuhan tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya. Dan yang terpenting menurutnya, adalah tidak introvert, atau menutup diri dari lingkungan dan memendam sendiri semua permasalahan. (mex/gus) 

Editor : Agus Jaka Purnama
#dicegah #fenomena #bunuh diri #nanga bulik #hypnoterapi