Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebijakan WFA Perluas Pergerakan Wisatawan di Libur Nataru

Farid Mahliyannor • Selasa, 30 Desember 2025 | 21:38 WIB
TETAP BEKERJA: Sejumlah wisatawan nusantara memilih bekerja sambil liburan Nataru setelah pemerintah meluncurkan kampanye work from mall (WFM). (IST)
TETAP BEKERJA: Sejumlah wisatawan nusantara memilih bekerja sambil liburan Nataru setelah pemerintah meluncurkan kampanye work from mall (WFM). (IST)

JAKARTA, Radarsampit.jawapos.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri mengatakan kebijakan work from anywhere (WFA) yang dikembangkan melalui kampanye work from mall(WFM) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mampu menunjang pergerakan wisatawan.

Khususnya wisatawan nusantara pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Kami mendukung penuh kebijakan WFA. Langkah ini merupakan solusi strategis untuk mengombinasikan suasana libur Natal dan Tahun Baru dengan tetap menjaga produktivitas kerja secara profesional,” kata Widiyanti, baru-baru tadi.

Ia menjelaskan, kampanye ini juga sejalan dengan program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia” yang menawarkan beragam diskon menarik untuk meningkatkan minat wisata belanja masyarakat.

Program yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini melibatkan 80.000 gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi dengan penawaran diskon 20 persen hingga 80 persen.

“Khusus bagi wisatawan mancanegara, disediakan pula fasilitas pengembalian pajak (tax refund) sebesar 11 persen,” sambungnya.

“Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan,” imbuh Widiyanti.

Menurutnya, pekerja yang memilih bekerja dari mal diharapkan tetap berkontribusi terhadap konsumsi, misalnya dengan membeli kopi atau makanan di tenant mal.

Aktivitas tersebut diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian.

“Bila banyak masyarakat atau karyawan yang bekerja di mal, itu bisa meningkatkan perputaran perekonomiannya,” katanya.

Sementara itu Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan belanja masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah bersama industri juga menghadirkan program lain seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan jargon every purchase is cheap (EPIC).

“Sampai akhir tahun kita targetkan sekitar Rp 110 triliun dapat dibelanjakan,” beber Airlangga.

Ia berharap program ini semakin meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Wisata belanja menjadi salah satu atraksi yang menarik ketika wisatawan datang ke Indonesia. Beberapa negara penyumbang wisatawan terbesar seperti Malaysia, banyak yang berbelanja di factory outlet (FO). Wisata belanja seperti inilah yang akan terus kita dorong sehingga quality tourism juga meningkat,” kata dia. (ara/opi/jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#liburan #pariwisata #nataru #wisatawan