Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Danantara Konsolidasikan Aset Negara, Perkuat Fiskal dan Dorong Investasi Produktif

Gunawan. • Minggu, 16 November 2025 | 16:58 WIB
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai langkah strategis untuk mengelola kekayaan negara secara lebih produktif dan memperkokoh dasar fiskal negara.

Lembaga ini diposisikan untuk mengkonsolidasikan aset-aset negara yang belum termanfaatkan agar mampu menghasilkan nilai ekonomi dan berkontribusi pada pendapatan negara.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa pendirian Danantara lebih dari sekadar pembentukan badan investasi.

”Peluncuran Danantara Indonesia hari ini memiliki arti yang sangat penting karena Danantara Indonesia bukan sekadar badan pengelola investasi melainkan harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan cara kita mengelola kekayaan Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan ini menempatkan Danantara sebagai alat kebijakan yang diharapkan mendorong pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik.

Sejumlah pihak menilai, peran Danantara bersifat multifaset. Dari memperkuat struktur fiskal dan mengurangi ketergantungan pembiayaan lewat utang hingga menjadi katalis bagi proyek strategis di bidang hilirisasi energi terbarukan manufaktur dan infrastruktur.

OECD, misalnya, menyatakan bahwa penggalakan investasi publik lewat lembaga seperti Danantara bisa mendorong realisasi proyek infrastruktur dan industri yang berdampak tinggi asalkan disertai transparansi dan akuntabilitas.

Otoritas Jasa Keuangan menyambut peluncuran ini dengan catatan pengawasan yang tetap berjalan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan dukungan institusi terhadap inisiatif pengelolaan investasi negara tersebut.

”Kami menyambut baik inisiatif pemerintah untuk mendukung pengelolaan BUMN yang lebih komprehensif guna peningkatan investasi dalam negeri dan memperkuat perekonomian nasional yang berkelanjutan,” kata Dian dalam siaran pers OJK.

Pernyataan OJK menegaskan bahwa konsolidasi aset lewat Danantara tidak boleh mengurangi kualitas pengawasan sektor keuangan.

Direktur eksekutif Danantara Rosan Roeslani optimistis lembaga ini dapat memberi dampak makro.

Rosan menyebut target awal penyaluran investasi dan optimisme terhadap laju pertumbuhan.

”Dengan kondisi saat ini kita bisa lima persen. Kalau kita dorong, saya percaya diri enam hingga tujuh persen itu tidak sulit,” ucap Rosan.

Selain itu, ada rencana penyaluran dana awal yang ambisius termasuk target penyaluran multi-miliar dolar pada fase awal operasional.

Secara operasional, Danantara difokuskan pada pengelolaan aset idle dan investasi di sektor strategis seperti hilirisasi industri energi terbarukan manufaktur serta infrastruktur.

Pemerintah menyatakan, hanya aset negara yang belum dimanfaatkan secara optimal yang akan dikelola agar bisa menghasilkan nilai tambah dan mendukung proyek-proyek berkelanjutan.

Pendekatan ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan aset tanpa membebani anggaran negara secara langsung. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#aset negara #Danantara