Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Kolaborasi Danantara dan Dunia Usaha Bikin Ekonomi Indonesia Melompat Lebih Jauh

Gunawan. • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:37 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Sinergi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan sektor swasta diklaim telah membuka jalan bagi percepatan investasi dan pembangunan strategis pada tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Melalui penguatan permodalan, kemitraan internasional, serta restrukturisasi BUMN, Danantara diposisikan sebagai penggerak utama mobilisasi dana untuk proyek infrastruktur dan hilirisasi industri.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyatakan keyakinannya bahwa kontribusi lembaga ini terhadap penerimaan negara akan meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Menurut Rosan, proyeksi dividen yang masuk dapat berada pada kisaran US$7 miliar sampai US$10 miliar dalam periode tersebut. “Kalau melihat rencana lima tahun ke depan, dividen kami bisa mencapai antara US$7 miliar hingga US$10 miliar,” ujarnya.

Rosan juga memaparkan kapasitas investasi yang menjadi target Danantara. Tanpa memanfaatkan leverage dana, ekuitas yang disiapkan ditargetkan menembus belasan hingga puluhan miliar dolar AS dan bila dikombinasikan dengan skema pinjaman atau leverage empat hingga lima kali, potensi modal yang dapat digerakkan akan jauh lebih besar.

”Itu semua dana ekuitas. Jika saya leverage lima kali, maka saya punya sekitar US$250 miliar untuk lima tahun ke depan,” kata Rosan.

Langkah memperkuat daya dorong investasi juga ditunjukkan lewat kerja sama internasional.

Danantara telah membentuk sejumlah dana patungan termasuk kesepakatan dengan Qatar Investment Authority dan China Investment Corporation dan disebut-sebut menjajaki kolaborasi dengan mitra dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Salah satu langkah konkret adalah rencana dana bersama senilai US$4 miliar dengan QIA untuk menanamkan modal di proyek hilirisasi dan energi terbarukan di Indonesia.

”Langkah ini akan memberi kami kekuatan lebih besar untuk berinvestasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Rosan.

Dukungan dari pemerintah terlihat pada perhitungan belanja modal BUMN yang diproyeksikan meningkat jauh.

Febrio Nathan Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu menyebut, belanja modal BUMN yang pada 2025 diperkirakan sekitar Rp380 triliun akan melesat menjadi sekitar Rp720 triliun pada 2026 seiring peran Danantara yang mengonsolidasikan investasi BUMN ke proyek bernilai tambah tinggi.

”Danantara ini menjadi holding yang menyinergikan seluruh BUMN dan berkolaborasi kuat dengan APBN. Belanja modal BUMN di bawah Danantara akan melonjak signifikan,” ujar Febrio.

Selain suntikan ekuitas dan kerja sama internasional, Danantara juga mencari pembiayaan eksternal.

Lembaga itu mendapat fasilitas kredit besar dari sejumlah bank asing dan telah menarik sebagian pencairan awal untuk mendanai proyek prioritas termasuk fasilitas kimia dan proyek hilirisasi.

Penggunaan dividen BUMN ekuitas dan pembiayaan luar negeri menjadi strategi yang dinilai mempercepat realisasi proyek. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#ekonomi #Danantara