SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta pemerintah kecamatan untuk lebih selektif dan memfokuskan usulan program pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027, dengan menekankan skala prioritas yang menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Rody Kamislam, menegaskan pentingnya pemilahan usulan dari kelurahan dan desa agar program yang diajukan benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah kecamatan harus memilah mana usulan yang menjadi skala prioritas dan realistis untuk diusulkan, sesuai dengan ketersediaan anggaran daerah,” kata Rody saat Musrenbang tingkat kecamatan, belum lama ini.
Ia menjelaskan, meskipun Pemkab Kotim berharap pada 2027 terjadi peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun tidak semua usulan dapat diakomodasi. Oleh karena itu, program prioritas di tingkat desa dan kelurahan harus menjadi perhatian utama.
“Kami berharap paling tidak usulan-usulan yang benar-benar prioritas dari desa dan kelurahan bisa terakomodasi, meskipun tidak seluruhnya,” ujarnya.
Selain itu, Rody juga mendorong kecamatan untuk berperan aktif dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar adalah optimalisasi pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Upaya peningkatan PAD juga menjadi pekerjaan rumah bagi camat, baik di wilayah desa maupun perkotaan, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan APBD ke depan,” jelasnya.
Rody berharap, melalui perencanaan yang matang dan fokus pada program prioritas, hasil Musrenbang 2027 dapat menghasilkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kotim. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko