Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Sampit Tembus 3,65%, Harga Pangan hingga Emas Sama-sama Melonjak

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Logam mulia turut mengerek inflasi Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada April 2026. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Logam mulia turut mengerek inflasi Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada April 2026. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Tekanan harga di Kota Sampit kembali menguat. Pada April 2026, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat mencapai 3,65 persen, menandai kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan, kenaikan ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,85 pada April 2025 menjadi 110,75 pada April 2026.

Kenaikan harga terjadi merata di seluruh kelompok pengeluaran. Namun, tekanan paling terasa datang dari kebutuhan pokok hingga komoditas bernilai tinggi.

Advertisement

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan 4,61 persen. Komoditas seperti daging ayam ras, ikan nila, beras, hingga minyak goreng tercatat menjadi pemicu utama. Sektor ini sendiri menyumbang 1,69 persen terhadap total inflasi.

Di saat yang sama, lonjakan tajam justru terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menembus 13,36 persen—tertinggi di antara seluruh kelompok. Emas perhiasan menjadi faktor dominan, menyumbang inflasi hingga 0,76 persen.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak hanya berasal dari kebutuhan dasar, tetapi juga dari komoditas yang berkaitan dengan gaya hidup dan investasi masyarakat.

Advertisement

Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Surahman, menegaskan bahwa kenaikan harga pada April dipicu oleh berbagai komoditas strategis.

“Inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Komoditas dominan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, ikan nila, beras, hingga angkutan udara,” ujarnya dalam rilis resmi, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, dinamika harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok, tetapi juga pada sektor jasa dan komoditas non-pangan.

“Beberapa komoditas memang mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit dan bawang putih, namun secara umum tekanan harga masih lebih dominan pada komoditas yang mengalami kenaikan,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu

Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu

PIHPS rilis cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran, mencapai Rp75.150 per kilogram (kg)

Inflasi Seruyan Turun, Harga Cabai dan Ayam Jadi Pemicu

Inflasi Seruyan Turun, Harga Cabai dan Ayam Jadi Pemicu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Nilai Dolar Belum Pengaruhi Harga Emas di Sampit

Nilai Dolar Belum Pengaruhi Harga Emas di Sampit

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum memberikan pengaruh besar terhadap harga emas perhiasan di Kota Sampit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer