Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pokdakan di Kotim Dilatih Produksi Pakan Ikan secara Mandiri

Yuni Pratiwi Iskandar
PELATIHAN: Tim dari Diskan Kotim dan Penyuluh Perikanan melakukan pendampingan dan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Pokdakan Sumber Jaya Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Senin (13/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT
PELATIHAN: Tim dari Diskan Kotim dan Penyuluh Perikanan melakukan pendampingan dan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Pokdakan Sumber Jaya Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Senin (13/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Jaya, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean dalam pembuatan pakan ikan mandiri, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi yang diajukan Pokdakan Sumber Jaya terkait pendampingan pengoperasian mesin serta simulasi pencetakan pakan ikan.

Advertisement

Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui JF (Jabatan Fungsional) Analis Akuakultur Ahli Muda Bakhtiar menjelaskan, pihaknya bersama tim dan penyuluh perikanan langsung turun ke lokasi untuk memberikan edukasi teknis kepada kelompok.

“Pendampingan dan pelatihan ini bertujuan agar kelompok mampu membuat pakan ikan secara mandrii dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti dedak, tepung jagung, dan tepung ikan dari ikan rucah,” ujar Bakhtiar yang merupakan tenaga ahli dalam hal pembuatan pakan mandiri. 

Advertisement

Menurutnya, kemampuan memproduksi pakan mandiri sangat penting untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Selain itu, kelompok juga dilatih mengoperasikan alat cetak pakan agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

“Dengan pakan mandiri, biaya produksi bisa ditekan hingga 30 sampai 60 persen, sehingga keuntungan pembudidaya juga meningkat,” tambahnya.

Bakhtiar menuturkan, pembuatan pakan mandiri juga memberi sejumlah manfat lain, seperti mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang harganya fluktuatif, serta memungkinkan pembudidaya menyesuaikan kandungan nutrisi pakan sesuai kebutuhan ikan.

Selain itu, pemanfaatan bahan baku lokal dinilai mampu memberdayakan potensi sumber daya di sekitar lingkungan, sekaligus mendukung kemandirian usaha budidqya ikan.

Program ini juga sejalan dengan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) yang digagas pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi pembudidaya ikan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berpeluang Produksi 200 Ton Pakan Ikan per Tahun, Fasilitas di Kotim Terkendala Anggaran

Berpeluang Produksi 200 Ton Pakan Ikan per Tahun, Fasilitas di Kotim Terkendala Anggaran

Fasilitas produksi pakan ikan air tawar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpotensi menghasilkan hingga 200 ton pakan per tahun

Terkendala Keterbatasan Anggaran, Budidaya Ikan Kotim Sulit Berkembang

Terkendala Keterbatasan Anggaran, Budidaya Ikan Kotim Sulit Berkembang

Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terkendala keterbatasan anggaran

Kemarau Bikin Air Kolam Menyusut, Pembudidaya di Kotim Kurangi Pakan Ikan

Kemarau Bikin Air Kolam Menyusut, Pembudidaya di Kotim Kurangi Pakan Ikan

Musim kemarau mulai berdampak terhadap usaha perikanan budidaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer