Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Nongkrong Naik, Anak Muda Sampit Tetap Bertahan di Kafe

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Sejumlah anak muda di Sampit, tampak menikmati sajian kopi di salah satu kafe di Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Sejumlah anak muda di Sampit, tampak menikmati sajian kopi di salah satu kafe di Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Tren nongkrong di kafe yang lekat dengan gaya hidup anak muda di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diprediksi bakal semakin mahal. Sejumlah pelaku usaha mulai menaikkan harga menu menyusul lonjakan harga bahan baku dan biaya operasional.

Fenomena menjamurnya kafe di berbagai sudut kota masih terlihat jelas. Hampir setiap sore hingga malam, tempat-tempat tersebut dipadati pengunjung, terutama kalangan muda yang menjadikannya ruang bersosialisasi hingga bekerja.

Advertisement

Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, pelaku usaha kini dihadapkan pada tekanan biaya yang terus meningkat. Kenaikan harga bahan baku yang terjadi dalam waktu berdekatan memaksa pengusaha melakukan penyesuaian harga agar usaha tetap berjalan.

Salah satu pelaku usaha kafe di Jalan Gatot Subroto, Asary, mengakui pihaknya mulai menaikkan harga sejumlah produk. Langkah itu diambil setelah harga bahan baku melonjak signifikan.

“Gelas cup, plastik untuk take away, dan beberapa bahan naik drastis sampai 40 persen. Terutama plastik. Selain itu, harga susu UHT dan telur juga ikut naik,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Advertisement

Menurut dia, kenaikan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada biaya operasional. Kondisi itu membuat pengeluaran usaha membengkak.

“Pengaruhnya ke operasional kami, pengeluaran jadi over. Kalau harga tidak disesuaikan, omzet bisa turun. Jadi kami terpaksa menaikkan harga untuk menjaga kualitas rasa dan pelayanan,” jelasnya.

Meski harga mulai merangkak naik, jumlah pengunjung disebut belum mengalami penurunan signifikan. Kafe masih menjadi pilihan utama bagi sebagian anak muda.

Abu, salah satu pelanggan, mengaku tetap memilih bekerja dan bersantai di kafe meski harga mulai naik. Baginya, suasana kafe menawarkan kenyamanan yang tidak didapatkan di tempat lain.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pedagang dan kafe di Sampit Diminta Tolak Pengamen dan Gepeng, Satpol PP Buka Layanan Pengaduan

Pedagang dan kafe di Sampit Diminta Tolak Pengamen dan Gepeng, Satpol PP Buka Layanan Pengaduan

Pedagang dan pengelola Cafe di Sampit Diminta Tolak kehadiran Pengamen dan Gepeng, Satpol PP Kotim membuka Layanan Pengaduan gangguan

Dari Americano hingga Matcha, Ngopi Kini Jadi Gaya Hidup Warga Sampit

Dari Americano hingga Matcha, Ngopi Kini Jadi Gaya Hidup Warga Sampit

Menjamurnya coffee shop di berbagai sudut kota menjadi bukti bahwa tren menikmati kopi dan minuman kekinian terus berkembang dan digemari

Kedai Kopi Menjamur, Gaya Nongkrong Baru Warga Kotawaringin Barat

Kedai Kopi Menjamur, Gaya Nongkrong Baru Warga Kotawaringin Barat

dahulu penikmat kopi identik dengan kalangan pria dewasa yang menikmati kopi di teras rumah atau warung sederhana

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer