Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPBD Kotim: Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun

Yuni Pratiwi Iskandar
CUACA EKSTREM: Kalaksa BPBD Kotim Multazam berada di lokasi pohon tumbang yang diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem, Minggu (21/12/2025). YUNI/RADAR SAMPIT
CUACA EKSTREM: Kalaksa BPBD Kotim Multazam berada di lokasi pohon tumbang yang diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem, Minggu (21/12/2025). YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam menggingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi hingga akhir tahun.


Advertisement

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kejadian angin kencang yang melanda wilayah Kotim pada Minggu (21/12). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin saat itu mencapai 60 kilometer per jam, sehingga menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari pohon tumbang hingga atap bangunan sekolah yang terlepas dan terbang.

“Walaupun durasinya relatif singkat, angin dengan kecepatan seperti ini cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan,” ujar Multazam.

Ia menjelaskan, angin kencang tersebut menerjang beberapa titik di Kota Sampit dan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan. Selain itu, bangunan sekolah juga terdampak, di mana atap salah satu gedung terangkat akibat terpaan angin kuat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena berlangsung pada hari libur.

Advertisement

Multazam menuturkan, fenomena angin kencang ini dipengaruhi oleh aktivitas cuaca ekstrem di wilayah selatan Laut Jawa. Di kawasan tersebut terpantau adanya pusaran angin dengan kecepatan mencapai 100 kilometer per jam, yang memberikan dampak tidak langsung ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.

“Kondisi serupa sebelumnya juga dirasakan di Kotawaringin Barat dan Palangka Raya, dan kini berdampak di Kotawaringin Timur,” katanya.

BPBD Kotim nmengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutamas aat berada di luar rumah ketika cuaca mulai memburuk. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya sudah lapuk atau tidak kokoh.

Advertisement

Selain itu, Multazam juga meminta pemilik bangunan dan fasilitas umum untuk memeriksa kembali kekuatan atap serta struktur bangunan, khususnya sekolah, perkantoran, dan tempat usaha, guna m eminimalkan risiko kerusakan saat terjadi angin kencang.

“Peringatan dini menyebutkan kondisi cuaca ekstrem ini masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor ke BPBD apabila terjadi ke jadian darurat di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (yn/fm) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim Menipis

Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim Menipis

BPBD Kabupaten Kotim mengungkapkan Anggaran penanganan karhutla serta kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menipis.

BTT Karhutla Kotim Menipis? BPBD Hitung Kebutuhan Dana hingga November

BTT Karhutla Kotim Menipis? BPBD Hitung Kebutuhan Dana hingga November

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memproyeksikan dana belanja tidak terduga (BTT)

Karhutla di Sukamara sudah Mencapai 642,55 Hektare

Karhutla di Sukamara sudah Mencapai 642,55 Hektare

Data BPBD Sukamara mencatat bahwa Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara sepanjang tahun ini mencapai 642,55 hektare

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer