SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, kondisi laut dalam beberapa hari ke depan diprakirakan kurang bersahabat seiring potensi peningkatan tinggi gelombang.
Prakirawan Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, Rahmat Wahidin Abdi, mengatakan berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca maritim, potensi gelombang sedang hingga tinggi diperkirakan terjadi hingga 26 Januari 2026.
“Untuk perairan selatan Kalimantan Tengah, tinggi gelombang berpotensi berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh seluruh pengguna jasa pelayaran,” ujarnya, Sabtu (24/1).
Menurut Rahmat, wilayah yang berisiko terdampak meliputi Perairan Kumai, Perairan Kuala Pembuang, serta Teluk Sampit. Di kawasan tersebut, aktivitas laut berpotensi terganggu, terutama bagi perahu berukuran kecil.
Ia menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang dipengaruhi adanya belokan angin di sekitar perairan selatan Kalteng. Pola angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat hingga barat laut.
“Kecepatan angin rata-rata berkisar antara 6 hingga 11 knot. Namun, pada waktu tertentu dapat meningkat dengan kecepatan maksimum mencapai 29 knot,” jelasnya.
Selain faktor angin, kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut secara umum diprakirakan disertai hujan ringan. Hal ini turut meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, terutama pada malam hingga dini hari.
Rahmat menambahkan, perahu nelayan berisiko tinggi mengalami gangguan keselamatan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang dinilai rawan beroperasi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
“Kami mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat serta terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG,” katanya.
BMKG menegaskan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama hingga kondisi laut kembali stabil dan tinggi gelombang berangsur menurun. (yn/yit)
Editor : Slamet Harmoko