Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD KOTIM: SILPA Besar Terulang! Pemkab Kotim Diminta Berbenah

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim, Abdul Kadir
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim, Abdul Kadir

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang kembali terjadi pada Tahun Anggaran 2025.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim, Abdul Kadir mengungkapkan realisasi belanja daerah tahun 2025 mencapai Rp2,126 triliun atau 89,16 persen dari total pagu anggaran. Namun, masih terdapat SILPA sebesar Rp171,39 miliar yang belum terserap.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena masih banyak kebutuhan masyarakat yang memerlukan dukungan anggaran, seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan di wilayah pedesaan dan pedalaman.

“Besarnya SILPA perlu menjadi perhatian dan evaluasi serius, mengingat masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan,” ujarnya.

Advertisement

Abdul Kadir menilai besarnya SILPA yang terus terjadi setiap tahun menunjukkan masih adanya kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengendalian program pembangunan daerah.

Karena itu, Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah mengidentifikasi secara jelas faktor-faktor penyebab rendahnya penyerapan anggaran, mulai dari perencanaan yang belum optimal, keterlambatan pelaksanaan kegiatan, proses pengadaan barang dan jasa, hingga rendahnya serapan anggaran pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kami meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi secara menyeluruh agar penyebab terjadinya SILPA dapat diketahui secara jelas dan diperbaiki sehingga tidak terus berulang setiap tahun,” tegasnya.

Sebagai langkah perbaikan, Fraksi Golkar mengajukan sejumlah rekomendasi. Di antaranya meningkatkan kualitas perencanaan program dan kegiatan agar lebih realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun anggaran, serta meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas perangkat daerah dalam melaksanakan program pembangunan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala agar berbagai kendala dapat segera diatasi. Evaluasi terhadap OPD yang berulang kali memiliki tingkat serapan anggaran rendah juga dinilai perlu dilakukan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ekspansi A320 Super Air Jet di Sampit: DPRD Kotim Tekankan Pentingnya Infrastruktur Bandara yang Adaptif

Ekspansi A320 Super Air Jet di Sampit: DPRD Kotim Tekankan Pentingnya Infrastruktur Bandara yang Adaptif

DPRD Kotim mendukung upaya pengembangan Bandara H Asan Sampit menyusul beroperasinya pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet

Peternak Ayam Petelur di Kotim ‘Teriak’. Keluhkan Rendahnya Harga Jual di Tengah Naiknya Biaya Pakan . Bakal Dibahas Bersama DPRD Kotim

Peternak Ayam Petelur di Kotim ‘Teriak’. Keluhkan Rendahnya Harga Jual di Tengah Naiknya Biaya Pakan . Bakal Dibahas Bersama DPRD Kotim

Peternak Ayam Petelur di Kotim ‘Teriak’. Keluhkan Rendahnya Harga Jual di Tengah Naiknya Biaya Pakan ternak. Pemkab Agendakan Dibawa ke RDP

DPRD Minta Pemkab Kotim Perketat Pengawasan Plasma Sawit

DPRD Minta Pemkab Kotim Perketat Pengawasan Plasma Sawit

pemda harus ersikap tegas pada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum memenuhi kewajiban menyediakan kebun plasma sebesar 20 persen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer