Petani Sampit Mengeluh, Pupuk Subsidi Kurang dan Lahan Sering Kebanjiran


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan pupuk subsidi masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan petani di Kotawaringin Timur (Kotim), termasuk di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang berada di wilayah ibu kota kabupaten.
Sejumlah petani hortikultura meminta pemerintah menambah alokasi pupuk subsidi agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Keluhan tersebut disampaikan anggota Kelompok Tani Karya Indah, Taufik (52), bersama petani lainnya saat ditemui di sela panen jagung, Kamis (2/7/2026).
“Kami sangat berharap ada tambahan jatah pupuk subsidi. Sampai sekarang masih sulit mendapatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhan,” ujar Taufik.
Petani yang telah puluhan tahun menggeluti sektor pertanian itu mengaku selama ini lebih banyak menggunakan pupuk nonsubsidi karena jatah pupuk subsidi yang diterima sangat terbatas.
“Kalau dapat pupuk subsidi paling hanya satu atau dua karung, padahal kebutuhan lebih dari itu. Akhirnya terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya sangat mahal. Keuntungan jadi tidak seberapa, apalagi kalau gagal panen karena cuaca,” katanya.
Selain persoalan pupuk, Taufik juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi sungai di sekitar lahan pertanian yang dipenuhi rumput dan gulma. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat aliran air dan menyebabkan lahan pertanian sering terendam saat musim hujan.
“Kebun kami di Jalan Teratai V dan sekitarnya sering kebanjiran ketika hujan deras karena aliran sungai tersumbat. Kami berharap pemerintah bisa membantu membersihkan sungai menggunakan alat berat,” pintanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Balai Pertanian Pelangsian, Syahrul SST, mengatakan persoalan pupuk subsidi memang menjadi keluhan utama petani selama ini. Namun, alokasi pupuk subsidi ditetapkan pemerintah pusat dan penyalurannya diatur melalui regulasi tertentu.
Ia menjelaskan, tidak semua komoditas pertanian berhak menerima pupuk subsidi. Di Kotim, komoditas yang masuk dalam program subsidi hanya jagung, cabai, dan padi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




