Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Delapan Distributor Cabai Diminta Prioritaskan Pasokan Lokal

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
Pantauan harga cabai di Pasar Indrasari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (Disperindagkop Kobar/Radar Sampit)
Pantauan harga cabai di Pasar Indrasari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (Disperindagkop Kobar/Radar Sampit)

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meminta delapan distributor cabai memprioritaskan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kobar.

Sekretaris Disperindagkop UKM Kobar Muhamad Suhendra mengatakan, distributor diminta memenuhi kebutuhan masyarakat Kobar terlebih dahulu sebelum memasok cabai ke kabupaten lain.

Advertisement

"Kami meminta utamakan dulu kebutuhan di Kobar. Jika di sini sudah mencukupi, baru menyuplai untuk kabupaten tetangga seperti Seruyan, Lamandau, dan Sukamara," ujarnya.

Suhendra mengungkapkan, harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Indrasari, Pangkalan Bun, mulai berangsur turun pada pekan keempat Oktober 2026. Setelah sempat menembus Rp120.000 per kilogram, kini harganya turun menjadi sekitar Rp70.000 per kilogram.

Harga tertinggi terjadi pada pekan keempat September hingga awal Oktober 2026. Selanjutnya, harga turun secara bertahap menjadi Rp108.000 per kilogram pada pekan kedua Oktober, Rp88.000 pada pekan ketiga, dan Rp70.000 per kilogram pada pekan keempat.

Advertisement

Menurutnya, lonjakan harga sebelumnya dipicu kenaikan harga cabai dari daerah pemasok di Pulau Jawa. Pasalnya, produksi lokal Kobar belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan masih bergantung pada pengiriman dari luar daerah.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) persuasif bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kobar di Pasar Tradisional Indrasari, kenaikan harga dipengaruhi musim kemarau di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan kekeringan dan menurunkan produksi cabai.

Akibatnya, harga modal cabai rawit merah yang diterima distributor dari Pulau Jawa mencapai Rp75.000 hingga Rp83.000 per kilogram. Harga tersebut belum termasuk margin keuntungan pedagang.

Suhendra berharap, prioritas pasokan untuk pasar lokal dapat membantu menjaga ketersediaan cabai sekaligus meredam gejolak harga di Kobar. (Tyo/yit)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sayur dan Cabai di Lamandau Melonjak

Sayur dan Cabai di Lamandau Melonjak

Harga sejumlah sayuran dan cabai di Lamandau melonjak akibat terbatasnya pasokan di pasaran saat musim kemarau berkepanjangan.

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Bawang Merah Naik

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Bawang Merah Naik

Aktivitas pedagang Pasar Indra Sari Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. 

Harga Cabai Meroket di Kotawaringin Barat

Harga Cabai Meroket di Kotawaringin Barat

Harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di pasar tradisional Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami perubahan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer