SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diminta mewaspadai berbagai modus permainan harga bahan kebutuhan pokok yang berpotensi muncul di pasaran. Lonjakan harga sembako menjelang lebaran tidak selalu murni dipicu oleh tingginya permintaan, tetapi juga diduga karena adanya praktik manipulasi distribusi oleh oknum tertentu.
Mengantisipasi situasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah, mengingatkan pemerintah daerah agar memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi bahan pokok, mulai dari distributor hingga tingkat pedagang di pasar.
Menurutnya, ada sejumlah modus yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Salah satunya adalah praktik penimbunan stok bahan pokok oleh oknum distributor atau agen besar, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kadang barang sebenarnya ada, tetapi pasokannya sengaja ditahan agar di pasar terlihat langka. Ketika masyarakat mulai kesulitan mendapatkan barang, harga langsung melonjak,” ujar Juliansyah.
Selain itu lanjutnya, modus lainnya adalah permainan harga di tingkat distribusi. Harga dari distributor dinaikkan secara bertahap sebelum sampai ke pedagang kecil. Akibatnya, pedagang di pasar tidak punya pilihan selain menjual dengan harga lebih tinggi kepada konsumen.
Kemudian, ada pula praktik pengurangan pasokan ke pasar tradisional dengan alasan keterbatasan stok, padahal barang dialihkan ke jalur distribusi lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
“Modus seperti ini yang harus diwaspadai. Jangan sampai masyarakat menjadi korban permainan segelintir pihak yang hanya mencari keuntungan di momen lebaran,” tegas Juliansyah.
Dirinya juga meminta dinas terkait bersama aparat penegak hukum melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, cabai hingga daging ayam yang biasanya mengalami lonjakan harga.
Jika ditemukan adanya indikasi penimbunan atau manipulasi distribusi, ia mendorong agar aparat tidak ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Juliansyah juga mengimbau para pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran dengan menaikkan harga secara berlebihan. Menurutnya, stabilitas harga menjadi hal penting, agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hari raya tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama