PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (15/2) pagi, mengikuti senam bersama, menikmati hiburan bersama penampilan Silent Open Up dari guest star Juan Reza.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Kalteng turut hadir, bersama para pelajar perwakilan dari kabupaten dan kota Se Kalteng, yang telah menuntaskan rangkaian pelatihan polisi keamanan sekolah (PKS).
Para peserta PKS, juga menampilkan barisan dan formasi yang mencerminkan kesiapan mereka menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan, PKS merupakan wujud komitmen Ditlantas Polda Kalteng dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.
“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas, khususnya di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya para peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis bagi masa depan daerah dan negara. Melalui PKS, siswa diharapkan mampu menjadi mitra guru dan sekolah dalam menjaga ketertiban.
“Kami berharap PKS ini menjadi kelompok peserta didik yang membantu guru dan kepala sekolah menjaga keamanan. Tidak ada lagi kekerasan, perundungan, narkoba, maupun ketidaktertiban lainnya di sekolah,” imbuh Iwan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga menyampaikan, pembentukan Polisi Keamanan Sekolah bertujuan memperkuat peran aktif pelajar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan. Program ini mengedepankan konsep dari siswa untuk siswa.
“Para polisi siswa ini akan membantu menjaga kelancaran kegiatan sekolah, melindungi teman-temannya, serta melaporkan potensi gangguan kepada guru atau pihak sekolah,” imbuhnya.
Agustiar menegaskan, keamanan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat dan tenaga pendidik, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif para pelajar. Sinergi tersebut penting untuk membangun budaya disiplin sejak dini.
Menurutnya, peran Saka Bhayangkara dan Polisi Keamanan Sekolah akan difokuskan pada pencegahan berbagai kegiatan negatif, seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan, serta potensi gangguan ketertiban lainnya.
“Sinergi ini diharapkan menjadi langkah strategis membangun rasa aman dan disiplin di kalangan pelajar,”tegasnya.
Dirlantas Polda Kalteng Yusep Dwi didampingi Kabidhumas Budi Rachmat menambahkan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan deklarasi aksi keselamatan berlalu lintas.
“Melalui deklarasi ini, kami berharap nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial dapat tertanam pada pelajar. Sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” pungkasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama