Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggota Dewan Desak Lanjutkan Proyek Pasar Mangkikit

Rado.
Penulis: Rado.❯
Bangunan rangka proyek Pasar Mangkikit yang masih terhenti kelanjutan pembangunannya.
Bangunan rangka proyek Pasar Mangkikit yang masih terhenti kelanjutan pembangunannya.

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mendesak,  pemerintah daerah setempat agar segera memperjelas status dan kelanjutan pembangunan Pasar Mangkikit, yang telah mangkrak selama satu dekade.


Advertisement

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Riskon menyampaikan aspirasi para pedagang yang selama ini menunggu kepastian kelanjutan pembangunan pasar tersebut.

Ia menilai, lambannya penyelesaian Pasar Mangkikit telah menimbulkan berbagai persoalan, baik bagi pedagang maupun masyarakat umum.

"Saya menyampaikan kepada pemerintah daerah untuk aset kita di Pasar Mangkikit memang sudah 10 tahun mangkrak dan tidak ada kejelasan. Saya ingin menyampaikan harapan dari para pedagang yang berharap pada pemerintah daerah untuk memperjelas status dari proses pembangunan Pasar Mangkikit yang sampai saat ini masih terkatung-kantung," ujarnya, Sabtu (17/1).

Advertisement

Dirinya mencermati, sempat muncul sinyal positif dari pemerintah daerah yang berencana menelusuri kembali permasalahan Pasar Mangkikit secara menyeluruh. Ia berharap langkah tersebut segera ditindaklanjuti dengan keputusan konkret.

"Kemarin ada angin segar dari pemerintah daerah yang ingin memperjelas sejauh mana permasalahan yang ada di Pasar Mangkikit. Jadi kami berharap di tahun ini atau tahun depan pemerintah daerah memperjelas dan melanjutkan proses pembangunan dari Pasar Mangkikit," papar Riskon.

Menurutnya, keterlambatan pembangunan pasar ini sudah berada di luar batas kewajaran karena telah berlangsung lintas periode kepemimpinan kepala daerah. Dampaknya pun dirasakan langsung oleh pedagang setempat. Sehingga beberapa pedagang masih ditempatkan sementara di kawasan Jalan MT Haryono yang merupakan jalur protokol. Kondisi tersebut kerap memicu kemacetan lalu lintas, kesemrawutan, hingga persoalan kebersihan lingkungan.

Advertisement

Terkait akar persoalan mangkraknya Pasar Mangkikit, Riskon mengungkapkan masalah utama terletak pada skema pendanaan yang sebelumnya melibatkan pihak ketiga. Namun dalam pelaksanaannya, kerja sama tersebut tidak berjalan sesuai harapan pemerintah daerah.

"Janji dari pemerintah daerah ke depan permasalahan ini akan diurai dan akan dilanjutkan pembangunannya. Kita tunggu saja nanti progresnya," imbuh Riskon.

Diketahuinya, saat ini pemerintah daerah tengah berupaya mencari solusi agar proyek Pasar Mangkikit dapat diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga tidak kembali mengalami penundaan. Proses klarifikasi perhitungan aset juga sedang berjalan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan pihak ketiga atas dana yang telah dikeluarkan selama kerja sama sebelumnya.

"Informasi yang kami terima, saat ini sedang proses untuk memperjelas perhitungan asetnya karena pihak ketiga ini menuntut dari pendanaan yang sudah masuk ke pemerintah daerah. Saat ini sudah proses memperjelas berapa yang harus ditanggung pemerintah daerah dari dana yang sudah terpakai," pungkasnya. (ang/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rusak Parah dan Mulai Ditinggalkan, Lantai II Eks Mentaya Sampit Bakal Ditata Ulang

Rusak Parah dan Mulai Ditinggalkan, Lantai II Eks Mentaya Sampit Bakal Ditata Ulang

Sejumlah bagian plafon, atap, hingga kios dilaporkan rusak sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim berencana menata ulang kawasan terse

Anggota DPRD Kotim Minta Evaluasi dan Panggil Gerai Indomaret di KM 26 Sampit-Pangkalan Bun

Anggota DPRD Kotim Minta Evaluasi dan Panggil Gerai Indomaret di KM 26 Sampit-Pangkalan Bun

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Abadi mengusulkan pemanggilan dan evaluasi terhadap gerai Indomaret KM 26

Membelah Danau, Jalan Kabuau-Parenggean Dibiayai CSR

Membelah Danau, Jalan Kabuau-Parenggean Dibiayai CSR

Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean. Kini, akses sepanjang 10,2 kilometer itu telah tembus. Ditargetkan 2027 sudah bisa dilalui sepenuhnya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer