Kumpulkan Donasi Palsu Atasnamakan Relawan Damkar, Seorang Pemuda Diringkus


PALANGKA RAYA,radarsampit.jawpaos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga dijadikan ladang mencari uang untuk kepentingan pribadi oleh seorang pemuda inisial AS (24). Modus pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, bermodal proposal dan mengatasnamakan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).
Dalam menjalankan aksinya, AS berkeliling dari toko ke toko untuk menggalang donasi dengan dalih membeli perlengkapan pemadaman karhutla.Namun, tak berlangsung lama aksi itu akhirnya terbongkar.
Anggota Polsek Pahandut mengamankan AS setelah warga dan relawan mencurigai aktivitas penggalangan dana yang dilakukannya di kawasan Jalan Dr. Murjani, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kamis (22/10) lalu.
Bukan uang receh yang diduga dikumpulkan. AS ditengarai telah mengantongi jutaan rupiah dari sejumlah tempat usaha. Namun, terdapat perbedaan keterangan mengenai nominal uang yang terkumpul. Informasi awal menyebut sekitar Rp18,4 juta, sedangkan hasil pemeriksaan awal kepolisian menyebut sekitar Rp8 juta.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi warga mengenai seorang pria yang membawa proposal dan meminta sumbangan dengan mengatasnamakan BPK YSR. Saat digeledah juga ditemukan pistol mainan yang dibawa pelaku.
“Pelaku ditangkap belum lama ini. Ia disebut meminta bantuan berupa uang untuk pembelian perlengkapan pemadaman karhutla. Nama BPK yang digunakan pelaku diketahui memiliki kemiripan dengan salah satu organisasi BPK di Kota Palangka Raya,”ujarnya, Minggu (25/10).
Iyudi membeberkan, kecurigaan muncul setelah identitas pelaku dan organisasi yang dicatut turut diperiksa. Hasil pengecekan awal menunjukkan AS bukan anggota BPK yang dimaksud.
Dalam menjalankan aksinya, AS diduga menyasar sejumlah tempat usaha, mulai dari apotek hingga gerai jasa pembayaran pajak di Jalan Rajawali. Dia mendatangi target seorang diri dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan masker.
“Modusnya terbilang meyakinkan. AS membawa proposal, stempel, dan kuitansi yang seolah-olah berkaitan dengan kegiatan penggalangan dana BPK untuk penanganan karhutla.Polisi menduga aksi tersebut telah berlangsung sekitar tiga minggu. Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan pribadi,”imbuh Iyudi.
Dari tangan AS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu stempel BPK YSR, satu buku kwitansi, satu pulpen, dan satu unit sepeda motor Revo yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




