
Oleh Kusni Sulang & Andriani SJ Kusni
Sebelum berangkat ke Dili, teman-teman yang bekerja di Istana Kepresidenan Timor Leste mengabarkan bahwa Kusni Sulang akan mengisi acara The Prezidente Horta Show. Untuk mengetahui apa gerangan The Prezidente Horta Show itu, kami pun mulai mencari keterangan di internet. Dari pencarian ini kami ketahui bahwa The Prezidente Horta Show adalah sebuah acara yang dipandu langsung oleh Presiden Horta. Ketika tiba di Dili, hal ini pun kembali kami tanyakan kepada teman-teman yang menyambut kami. Mereka mengatakan bahwa acara tersebut adalah acara yang dipandu langsung oleh Presiden Horta, dan hanya diadakan dua kali setahun yaitu pada acara perayaan Hari Kemerdekaan bulan Mei dan November untuk memperingati tragedi Masakre Santa Cruz.
Belum puas dengan keterangan-keterangan yang terkumpul, kami meneruskan pencarian informasi. Melalui pencarian lebih lanjut ini kemudian kami dapatkan bahwa acara The Prezidente Horta Show ini ternyata dilangsungkan tidak hanya dua kali tetapi berulang kali dengan tema berbeda-beda. Ada tema ekonomi seperti pertanian/perkebunan kopi di Timor Leste, ada tema kebudayaan, tema reforma pemerintahan, pengadilan, hubungan internasional dan tema-tema lain yang dipandang perlu. Mengenai hubungan internasional acara ini misalnya pernah mengundang Presiden India, Droupadi Murmu, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik. Menurut Google, acara The Prezidente Horta Show ini juga berfokus pada eksposur seni, alam, tekhnologi yang menawarkan pengalaman yang unik dan inovatif serta bisa merangsang prakarsa dan kreativitas orang-orang Timor Leste. Jadi isinya sangat bervariasi karena acara ini dimaksudkan juga sebagai platform untuk berbagi ide, inspirasi dan edukasi. Variasi ini juga bisa dilihat dengan kasus Kusni Sulang yang diundang sebagai penyair Dayak (Bisa diikuti pada RTTL.EP - PREZIDENTE HORTA SHOW " Kusni Sulang" Eps 5 || 25-05-2026 (live stream).
Substansi acara yang berlangsung kuranglebih satu jam itu mencakup lima tema pokok yaitu: 1. Paparan singkat kegiatan ketika di Indonesia, sebelum berangkat ke mancanegara; 2. Paparan singkat tentang pengalaman waktu di Tiongkok dan Viet Nam; 3. Paparan singkat pengalaman waktu di Eropa Barat; 4. Mengapa bersikeras menyelesaikan jenjang S3 di universitas terbaik Perancis; 5. Pembacaan puisi yang didedikasikan kepada para tokoh pejuang kemerdekaan dan rakyat Timor Leste.
Hanya saja menurut kesan kami, dari kelima tema pokok di atas, Presiden José Ramos Horta ingin Kusni Sulang berbicara mengenai kengototannya untuk menyelesaikan jenjang S3-nya yang bolak-balik ia sebut di salah sebuah universitas terbaik di dunia. Hal ini diminta oleh Presiden Horta karena ia memandang pendidikan adalah sesuatu yang bersifat kunci bagi upaya pemberdayaan dan pemajuan negeri. Sang Presiden berharap kegigihan dan kekerasan hati Kusni Sulang dengan tidak menyerah pada segala rupa kesulitan, bisa dicontohi oleh anak-anak muda Timor Leste.
Perhatian besar Presiden Horta pada masalah pendidikan generasi muda Timor Leste bisa disimak juga ketika The Horta Show mengundang Dubes Indonesia untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik dan istri sebagai nara sumber pada 30 Maret 2026. Presiden Horta nampak girang ketika Dubes Okto menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini Pemerintah Republik Indonesia memberi seribu lebih beasiswa kepada anakmuda-anakmuda Timor Leste. Sedangkan sebelumnya tidak kurang dari 10.000 anakmuda-anakmuda Timor Leste yang belajar di berbagai universitas di Indonesia. Untuk memenuhi keperluan akan tenaga-tegas medis, pemerintah Timor Leste pemuda-pemudinya ke Kuba yang terkenal akan kemajuannya di bidang kedokteran.
Menurut pengamatan kami, Presiden Horta dan pemerintahannya sejak lama menggarisbawahi arti penting pendidikan terencana untuk perkembangan maju manusiawi Timor Leste. Apa yang dilakukan oleh pemerintahan Horta mengingatkan kami pada langkah-langkah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam memajukan Tiongkok. Semuanya dilakukan secara terencana rapi. Juga dalam bidang pendidikan. Hasilnya, hari ini kemajuan RRT di berbagai bidang, termasuk tekhnologi, sudah mampu menyamai yang dicapai oleh Amerika Serikat (AS).
Sebelum mencapai tingkat kemajuan seperti hari ini, para pemimpin Tiongkok mengatakan ”percuma menerapkan sistem sosialis jika tidak sistem itu tidak bisa melampaui sistem kapitalis”. Walaupun hari ini Tiongkok menyebut diri bukan negeri sosialis tetapi pra-sosialis, tapi apapun sebutannya, dengan perubahan sistem penyelenggaraan Negara dan sistem kemasyarakatan, Tiongkok berhasil maju secara pasti. Tiongkok yang berpenduduk satu miliard orang lebih, dengan sistemnya berhasil mengentas kemiskinan, hal yang secara terbuka diakui oleh PBB. (Lihat: Yuen Yuen-ang, How China Escaped The Poverty Trap, Cornell University Press Ithaca dan London, tahun ?).
Peran desisif dari Pendidikan untuk perubahan maju ini ditandaskan benar oleh Nelson Mandela dari Afrika Selatan: “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia”, gagasan yang juga diterapkan oleh para pendiri Kalimantan Tengah ketika mendirikan Universitas Palangka Raya pada 10 November 1963. Para pendiri Kalimantan Tengah menyebut konsep pendidikan mereka dengan nama “Tunjung Nyahu” (Kilat Tanah Tinggi). Di bidang pendidikan pemerintahan Presiden Horta dan PM Xanana nampaknya menempuh jalan ini untuk mewujudkan mimpi esok yang baik bagi Timor Leste. Presiden Horta ingin membangun sumber daya manusia (SDM) yang berdaya, SDM berkomitmen manusiawi yang kuat dan berketerampilan mumpuni, yang dalam konsep Dayak Ngaju Kalimantan Tengah dirumuskan dalam kata-kata ”mamut-ménténg, pintar-harati, mameh-uréh” (gagah-berani, pintar-berbudi. kritis-ulet), trilogi manusia Dayak ideal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




