Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi El Nino, Seruyan Matangkan Kesiapsiagaan Karhutla

M. Rifani Dewantara • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:40 WIB
Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Karhutla di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Selasa (30/6). (RIFANI/RADAR SAMPIT)
Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Karhutla di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Selasa (30/6). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

  

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 melalui Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Karhutla di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Selasa (30/6).

Rapat dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Seruyan, Bahrun Abbas, serta dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, TNI/Polri, dan pemangku kepentingan terkait.

Bahrun Abbas mengatakan pencegahan harus menjadi fokus utama seluruh pihak. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.

“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober. Karena itu, langkah preventif harus lebih diutamakan dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi,” katanya.

Menurut Abbas, penetapan Status Siaga Darurat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi karhutla dan kekeringan.

“Lewat status tersebut, seluruh instansi dapat bergerak lebih cepat dalam menjalankan langkah mitigasi dan penanganan dini,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memperkuat koordinasi melalui penyelarasan program dan anggaran, pemetaan sumber daya yang tersedia, serta penyusunan rencana operasi penanganan karhutla secara terpadu.

“Sinergi antarinstansi menjadi kunci. Semua sumber daya yang dimiliki harus terpetakan dengan baik agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi,” ungkapnya.

Abbas berharap rapat tersebut menghasilkan kesepakatan mengenai penetapan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Tahun 2026 sebagai dasar mempercepat sosialisasi, patroli, dan berbagai upaya pencegahan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga stabilitas perekonomian daerah dari dampak bencana karhutla. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#seruyan #karhutla