KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Seruyan Hilir, Rabu (6/5). Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Seruyan, Supian, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan efisiensi pengolahan lahan.
Supian mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian agar berdampak pada kesejahteraan petani. Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan dapat mempercepat proses tanam hingga panen.
“Dengan dukungan teknologi, siklus produksi yang sebelumnya hanya satu kali panen per tahun ditargetkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh kelompok tani penerima tidak hanya memanfaatkan alsintan, tetapi juga menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Jika dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Supian.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan, puluhan unit alsintan disalurkan kepada berbagai kelompok tani. Bantuan tersebut meliputi power thresher, traktor roda dua, combine harvester, rotavator, dan traktor roda empat.
Sejumlah kelompok tani menerima bantuan sesuai kebutuhan. Kelompok Amanah Petani Seruyan, Berkah Sejahtera Abadi, dan Revolusi Tani masing-masing memperoleh power thresher. Sementara itu, Hapakat Bersama, Panimba Raya, dan Mekar Jaya Makmur menerima traktor roda dua.
Kelompok Maju Jaya mendapatkan bantuan paling besar, yakni tiga unit traktor roda dua, satu unit rotavator, dan satu unit combine harvester. Adapun Bangkirai Makmur dan Segintai Makmur juga menerima paket alsintan lengkap untuk mendukung proses pengolahan hingga panen.
Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap bantuan ini dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sehingga sektor tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno