Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Museum Kayu sebagai Ruang Tumbuh Generasi Muda  

Heru Prayitno • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:53 WIB

 

Ilustrasi seorang pelajar mempresentasikan sejarah koleksi kayu dan artefak Museum Kayu kepada pengunjung. (foto: gemini generated image)
Ilustrasi seorang pelajar mempresentasikan sejarah koleksi kayu dan artefak Museum Kayu kepada pengunjung. (foto: gemini generated image)

Kepada Yth. Bupati Kotawaringin Timur

Bapak H. Halikinnor

Dengan Hormat, Selamat pagi Bapak Bupati. Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat dalam memimpin Kotawaringin Timur tercinta. Saya menulis surat ini sebagai bentuk ucapan terima kasih saya atas kondisi Museum Kayu kita yang kini terasa lebih hidup. Saya menyadari bahwa kembalinya napas museum melalui berbagai kunjungan sekolah dan lomba budaya seperti tari daerah tentu tidak lepas dari dukungan, kebijakan, dan kontribusi nyata Bapak sebagai pemimpin yang peduli pada identitas daerah.

Bagi saya sebagai pelajar, langkah menghidupkan kembali Museum Kayu adalah sebuah oase di tengah gempuran tren masa kini. Para pelajar mulai melihat museum bukan lagi sebagai gedung tua yang sunyi melainkan sebagai ruang belajar yang nyata. Hal ini menjadi bukti bahwa sejarah kayu dan jati diri budaya kita memiliki tempat yang sangat terhormat di bawah kepemimpinan Bapak.

Untuk menjaga agar semangat berbudaya ini terus bertumbuh, saya mengusulkan program bertajuk "Pekan Kreasi Identitas Pelajar (PKIP) Museum Kayu". Secara teknis, program ini merupakan event gabungan antarsekolah yang menjadikan Museum Kayu sebagai pusat kreativitas pelajar Kotawaringin Timur, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

  1. Jelajah Literasi: Kompetisi pemandu wisata cilik, di mana murid mempresentasikan sejarah koleksi kayu dan artefak museum secara langsung.
  2. Workshop Kriya Kayu: Sesi belajar praktis antara pelajar dengan pengrajin lokal untuk mendalami teknik ukir.
  3. Expo Seni dan Digital: Pameran karya seni siswa bertema kearifan lokal serta lomba pembuatan konten video kreatif untuk mempromosikan museum di media sosial.

Untuk waktu pelaksanaan, saya menyarankan di awal Bulan Agustus dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan Indonesia. Besar harapan saya agar Bapak Bupati mempertimbangkan usulan program PKIP ini sebagai investasi jati diri agar kami tumbuh menjadi generasi yang "Berbudaya dan Berdaya". Terima kasih atas ruang aspirasi yang Bapak berikan. Semoga Bapak selalu diberi kekuatan untuk membangun masa depan Kotawaringin Timur yang lebih maju dan modern, namun tetap memiliki jati diri bangsa yang kokoh. 

Salam hormat,

Priskila Evelin Mulyadi

(SMA Negeri 1 Sampit)

 Catatan redaksi: Rubrik ini dirancang sebagai ruang aspirasi, gagasan, dan suara hati pelajar untuk pemerintah daerah, khususnya Bupati Kotawaringin Timur. Surat terbuka ini berisi tentang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, kesehatan, teknologi, fasilitas publik, hingga mimpi para pelajar  terhadap masa depan Kotawaringin Timur.

Editor : Heru Prayitno
#Surat untuk Bupati Kotawaringin Timur #museum kayu