Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jangan Korbankan Pelajar SMP Negeri 3 Sampit

Heru Prayitno • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi Pelajar SMPN 3 Sampit terganggu dengan bau yang berasal dari depo sampah.
Ilustrasi Pelajar SMPN 3 Sampit terganggu dengan bau yang berasal dari depo sampah.

 

Yth. Bupati Kotawaringin Timur
Bapak H. Halikonnor, S.H., M.M.
Di Sampit

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

Bapak Bupati yang saya banggakan, semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Perkenalkan, nama saya Muhammad Alfath Alfityan Fadlian, siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Sampit. Tumbuh dan besar di Kotawaringin Timur membuat saya memiliki rasa cinta yang begitu besar pada daerah ini.

Sebelumnya, saya ingin menceritakan pengalaman yang sangat membekas di hati saya. Saat itu, saya duduk di bangku kelas 5 SD. Pagi itu terasa begitu indah, seolah matahari datang membawa harapan baru, karena hari itu adalah pengumuman pemenang lomba yang saya ikuti.

Pengumuman tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sampit. Dengan jantung yang berdetak penuh antusias, saya membawa harapan setinggi langit seolah dunia sedang menunggu langkah kecil saya di sana. Namun, saat kendaraan yang saya tumpangi mulai memasuki kawasan SMP Negeri 3 Sampit, semua semangat itu runtuh dihantam kenyataan.

Udara pagi yang sebelumnya terasa menenangkan seketika berubah menjadi aroma menyengat yang menyeruak tanpa ampun. Ternyata, di sekitar SMP Negeri 3 Sampit berdiri sebuah depo sampah yang menjadi sumber aroma tersebut. Saya tidak menyangka, di tengah Kotawaringin Timur yang terus berkembang, masih ada pelajar yang harus menuntut ilmu di tengah bau sampah yang seakan menghantui mereka setiap hari.

Sejak hari itu, satu pertanyaan terus menggema di kepala saya: “Apakah sahabat-sahabat kami di SMP Negeri 3 Sampit benar-benar bisa belajar dengan tenang?” Rasa penasaran itu akhirnya membawa saya untuk datang langsung ke sana beberapa waktu lalu. Dari cerita mereka, saya menyadari bahwa gangguan tersebut bukan sekadar ketidaknyamanan biasa.

Aroma tidak sedap dari depo sampah sering kali masuk ke ruang-ruang kelas, memaksa para siswa belajar sambil menahan mual dan sesak. Masalah ini tidak boleh terus dibiarkan hingga menjadi luka yang dianggap biasa. Oleh karena itu, izinkan saya menyampaikan beberapa solusi untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain:

  1. Memindahkan depo sampah jauh dari area sekolah dan pemukiman.
  2. Membangun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle).
  3. Menggunakan mesin pencacah atau komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
  4. Penertiban aktivitas pemulung tanpa mengusir.

Solusi dari masalah ini harus segera dilakukan, sebab sahabat-sahabat kami tidak meminta gedung megah ataupun fasilitas mewah. Mereka hanya ingin belajar tanpa harus melawan bau menyengat yang perlahan merampas kenyamanan mereka. Saya percaya Kotawaringin Timur di masa depan dapat menjadi daerah yang tidak hanya megah dalam pembangunan, tetapi juga hangat dalam menjaga generasi mudanya.

Di bawah kepemimpinan Bapak Halikonnor, saya yakin harapan para pelajar ini dapat diwujudkan. Sebab, masa depan Kotim yang hebat tidak hanya dibangun dari jalan yang luas atau gedung-gedung tinggi, tetapi juga dari ruang-ruang kelas yang bersih, sehat, dan dipenuhi semangat belajar. Dari ruang kelas itulah lahir anak-anak yang kelak akan menjadi cahaya baru bagi Kotawaringin Timur di masa depan.

Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca surat ini. Di tengah banyaknya tanggung jawab yang Bapak emban, perhatian terhadap suara kecil dari seorang pelajar adalah hal yang sangat berarti bagi saya. Saya berharap surat ini tidak sekadar menjadi tulisan yang dibaca lalu terlupakan, tetapi juga dapat menjadi suara yang ikut mengetuk harapan demi masa depan Kotawaringin Timur yang lebih bersih, indah, dan layak dibanggakan oleh generasi mendatang.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat saya,

Muhammad Alfath Alfityan Fadlian

(Siswa SMP Negeri 1 Sampit)

 

Catatan redaksi: Rubrik ini dirancang sebagai ruang aspirasi, gagasan, dan suara hati pelajar untuk pemerintah daerah, khususnya Bupati Kotawaringin Timur. Surat terbuka ini berisi tentang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, kesehatan, teknologi, fasilitas publik, hingga mimpi para pelajar  terhadap masa depan Kotawaringin Timur.

 

Editor : Heru Prayitno
#depo sampah #SMPN 3 SAMPIT