SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Aksi pembakaran hutan dan lahan (karhutla), bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Hal itu pun menjadi perhatian Kepala Panti Asuhan Anninda Qolbu, Ustadz Abdul Wahid, mengingat dampaknya juga dirasakan kalangan anak-anak di tempat itu.
Dirinya pun meminta para pelaku pembakaran lahan segera bertobat dan menghentikan perbuatan yang merugikan banyak orang tersebut.
Menurut Abdul Wahid, membakar hutan dan lahan secara sengaja merupakan perbuatan terlarang. Selain berpotensi menyeret pelakunya ke ranah hukum, tindakan tersebut juga membawa dampak buruk bagi masyarakat luas, terutama akibat asap yang mencemari udara.
"Yang jelas, bagi yang sengaja membakar hutan dan lahan tidak hanya terancam berhadapan dengan hukum, tetapi juga pelakunya akan berdosa karena membakar hutan dan lahan berdampak bagi kesehatan masyarakat banyak," imbuhnya.
Baca Juga: Peduli Korban Kabut Asap, Radar Sampit Salurkan 800 Masker ke Panti Asuhan
Dirinya juga mengingatkan, dampak karhutla tidak berhenti pada lahan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas warga dan mengancam kesehatan masyarakat yang tidak tahu-menahu dengan tindakan tersebut.
Karena itu, ia mengajak siapa pun yang masih melakukan pembakaran lahan untuk segera menyadari kesalahannya dan bertobat. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan kewajiban bersama.
Abdul Wahid berharap masyarakat tidak lagi menjadikan pembakaran sebagai jalan pintas untuk membuka lahan. Sebab, keuntungan sesaat yang diperoleh tidak sebanding dengan dampak yang harus ditanggung banyak orang.
"Jangan sampai demi kepentingan pribadi, kesehatan dan keselamatan masyarakat luas justru menjadi taruhan," tutupnya. (sir/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama