SAMPIT ,radarsampit.jawapos.com-Dua bulan berjaga setiap hari tak mampu menyelamatkan kebun sawit milik Khozaini, seorang warga Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Api kebakaran lahan yang terus menjalar, akhirnya menerjang kebunnya dan meludeskan hampir seluruh tanaman sawitnya dalam waktu sekitar dua jam.
Dari sekitar 14 hektare kebun yang sudah mendekati masa panen itu, kini hanya tersisa lima pohon sawit. Modal yang dikeluarkan Khozaini untuk membeli lahan dan mengembangkan kebun tersebut nyaris seluruhnya ikut musnah.
“Modal habis sekitar Rp1,2 miliar untuk pembelian tanah. Sawit ini sudah tinggal panen,” ungkap Khozaini.
Demi menjaga kebun itu, dirinya bahkan membayar beberapa orang untuk membantu mengawasi dan mencegah api merembet. Namun, pertahanan itu runtuh ketika api tiba-tiba masuk bersamaan dengan angin kencang. Kobaran api muncul dari beberapa titik dan dengan cepat menyebar.“Api tiba-tiba masuk dengan angin kencang. Hanya dua jam habis semua tanaman ini rata,” terangnya.
Baca Juga: Api Mulai Merambat ke Kebun Sawit Warga
Kondisi lahan yang sebagian merupakan gambut membuat upaya pemadaman api semakin sulit. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat dari bawah tanah.Meski piringan di sekitar pohon sawit sudah dibersihkan, api tetap menjalar hingga membakar akar tanaman. Akibatnya, pohon-pohon sawit tumbang setelah bagian akarnya habis dilalap api.
Khozaini bersama orang-orang yang membantu sebenarnya telah melakukan pencegahan menggunakan mesin alkon dan selang. Namun, kepulan asap yang semakin tebal membuat mereka kesulitan bertahan di lokasi.
Saat api masuk, mereka juga harus memindahkan selang dari satu titik ke titik lainnya. Kondisi itu menguras tenaga dan waktu, sementara api menyebar dengan cepat.“Yang sulit itu harus memindahkan selang yang cukup memakan tenaga dan waktu hingga akhirnya api sudah menyebar di mana-mana,” katanya.
Karena kondisi semakin tidak memungkinkan, Khozaini akhirnya memilih mundur ke pinggir sungai untuk menyelamatkan diri dan barang yang masih bisa dibawa.Mesin alkon berhasil diselamatkan. Namun selang gabang dan selang plastik ikut terbakar.“Yang sempat diselamatkan mesin alkonnya saja. Kalau selang gabang, selang plastik itu habis ikut terbakar,” paparnya.
Khozaini mengakui karhutla tahun ini jauh lebih ganas. Api bergerak sangat cepat, terutama saat membakar rerumputan kering.“Jujur saya akui tahun ini apinya ganas sekali. Jadi rumput itu seperti disiram bensin saja saking cepatnya terbakar,” pungkasnya. (ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama