Warga Sesak Nafas Dianjurkan Datangi Rumah Oksigen

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB
Seorang warga di Palangka Raya saat menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap karhutla.(istimewa)
Seorang warga di Palangka Raya saat menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap karhutla.(istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Akibat buruknya kualitas udara di sejumlah wilayah  Kalteng, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama saat di luar rumah.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap karhutla.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Dengan kondisi udara yang kurang sehat akibat karhutla, apabila beraktivitas di luar rumah, gunakan masker,” ujarnya ,Senin (14/9/2026).

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Terutama ketika kondisi asap semakin pekat. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Apabila merasa sesak napas atau mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan. Di antaranya Rumah Oksigen yang telah disiapkan, seperti di RS Bhayangkara Palangka Raya,” imbaunya.

Menurut Iwan, menjaga kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Polda Kalteng bersama TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait masih melakukan penanganan serta pemadaman di sejumlah titik.

Masyarakat juga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kesadaran seluruh pihak dinilai penting untuk mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga kualitas udara.

Di sisi lain, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan membagikan masker. Pemerintah juga memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih.

Baca Juga: Kabut Asap Meningkat, Kasus ISPA Kotim Tembus 2.656 Kasus pada Agustus

Sejak kondisi darurat ditetapkan, distribusi masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan serta diperluas ke desa dan wilayah yang membutuhkan.

Pemprov Kalteng juga mendorong pembangunan sumur bor untuk memperluas akses air bersih. Ratusan sumur bor telah dibangun dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu, pengisian ulang air mineral dan galon dilakukan di sejumlah titik dengan menyesuaikan kondisi masyarakat terdampak.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyediakan Rumah Oksigen gratis untuk membantu warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, petugas, maupun relawan yang membutuhkan pertolongan awal.

Seluruh fasilitas dan pelayanan di Rumah Oksigen dipastikan gratis dan terbuka untuk umum. Bersamaan dengan itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

“Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemprov Kalteng terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap,” pungkas Agustiar.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
rumah oksigen kondisi udara kabut asap Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan karhutla