PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Keheningan akhir pekan di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mendadak pecah pada Minggu 6 September 2026 siang.
Kobaran api membumbung tinggi dari kompleks SDN 1 Pangkut di Jalan Eji Junuh dan melahap setidaknya tiga ruang kelas hingga rusak parah.
Beruntung, insiden melanda saat aktivitas belajar mengajar sedang libur. Suasana sekolah yang sepi membuat tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut, meski api sempat berkobar hebat dan memicu kepanikan warga sekitar.
Baca Juga: Dua Penerbangan ke Sampit Hari Ini Mendadak Dibatalkan, Ternyata Fenomena Alam Ini jadi Penyebabnya
Gumpalan asap pekat yang membumbung tinggi pertama kali disadari oleh warga pemukiman terdekat. Melihat si jago merah kian mengamuk dan mengancam bangunan lain, warga langsung bertindak cepat menghubungi dua perusahaan besar swasta untuk membantu penanganan kebakaran dengan armada pemadam kebakaran.
Salah seorang saksi mata, Evan, membenarkan bahwa api menghanguskan tiga ruang kelas. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan dari mana titik awal munculnya percikan api yang berujung pada kebakaran besar itu.
"Kronologi pastinya belum tahu. Informasi di lapangan simpang siur, ada yang bilang api muncul dari belakang, tapi ada juga yang menduga akibat korsleting listrik," bebernya.
Menerima laporan darurat, armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Dua unit armada dari Korintiga Hutani tiba di area sekolah dan segera melakukan pemblokiran agar kobaran api tidak meluas.
Penanganan api kian masif setelah tim pemadam dari Astra turut diterjunkan ke lokasi. Petugas gabungan harus berjibaku menaklukkan si jago merah yang terus menggerogoti struktur material bangunan sekolah.
Proses pemadaman berlangsung dramatis hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sebelum merembet ke area ruang guru maupun fasilitas penting lainnya di kompleks sekolah tersebut.
Evan menceritakan, dirinya berada tidak jauh dari lokasi saat musibah melanda. "Pas kejadian saya lagi di rumah mertua, lokasinya persis berada di seberang sekolah yang terbakar," ujarnya.
Kerusakan parah pada komponen bangunan serta fasilitas belajar mengajar membuat nilai kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Meski demikian, pihak sekolah dan instansi terkait masih melakukan pendataan resmi untuk menghitung total pasti kerugian yang dialami.
Sementara itu, penyebab pasti memicu timbulnya titik api masih diselimuti misteri. Pihak berwenang dan kepolisian masih harus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mendalam untuk mengidentifikasi pemicu utama kebakaran tersebut. (tyo/sla)