SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (5/8).
Aroma asap yang mulai terasa sejak Selasa (4/8) sore hingga malam semakin pekat pada Rabu pagi dan menyebabkan jarak pandang di sejumlah ruas jalan utama mulai menurun.
Pantauan di lapangan hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Tjilik Riwut, Jalan Pramuka, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan S Parman, Jalan Kapten Mulyono, sebagian Jalan MT Haryono, hingga Jalan HM Arsyad.
Baca Juga: Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Kabut Asap Makin Parah, Bupati Kotim Siapkan Skenario Belajar Darurat
Kondisi paling pekat terlihat di kawasan Jalan HM Arsyad. Selain mengurangi jarak pandang, aroma asap yang menyengat juga mulai tercium sejak malam hari dan masih terasa hingga pagi.
Salah seorang warga, Supri, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Ia meminta pembagian masker dilakukan secara merata, tidak hanya bagi warga di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah lain yang terdampak.
“Kalau bisa pembagian masker dilakukan secara merata, jangan hanya di kawasan kota. Masyarakat di wilayah lain yang terdampak juga membutuhkan perlindungan,” ujarnya, Rabu (5/8).
Baca Juga: Sidang Oknum Plt Kepsek Mencekam, Keluarga Korban Pencabulan Gebuki Terdakwa
Selain itu, Supri meminta Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Pendidikan mengkaji kembali jam belajar di sekolah apabila kondisi kabut asap terus memburuk. Menurutnya, paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik yang beraktivitas pada pagi hari.
“Kalau asap semakin pekat, sebaiknya jam sekolah dievaluasi. Kami khawatir kondisi ini akan berdampak pada kesehatan anak-anak,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan dampak kabut asap, baik melalui percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun penyediaan perlengkapan pelindung bagi masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan bahwa Kotim saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kemarau di Sukamara Mulai Disalurkan
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, terdapat sekitar 61 titik panas dengan lima lokasi kebakaran yang masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko