TABANAN, radarsampit.jawapos.com — Suasana pagi yang seharusnya berjalan biasa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak berubah kelam. Tangisan histeris seorang anak perempuan berusia tujuh tahun memecah keheningan, meratapi kepergian sang ayah yang terbujur kaku.
Pria berinisial KD, warga asal Kabupaten Buleleng, tewas tragis setelah menjadi sasaran amukan massa pada Jumat (24/7) dini hari. Nyawa melayang akibat aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh sebuah tuduhan klasik: dugaan pencurian seekor ayam jago aduan.
Video yang merekam detik-detik kepedihan sang anak bungsu yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) itu dengan cepat menyebar dan viral di media sosial. Di tengah kerumunan warga yang merubungi jasad tak bernyawa, kalimat menyayat hati terlontar dari mulut kecilnya, “Bapak… Maii Pak… bangunlah…”
Sosok yang selama ini menjadi pelindung bagi keluarga kecil itu kini telah tiada, meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak yang harus menghadapi kenyataan pahit.
Selain si bungsu, anak kedua korban baru saja menginjak bangku kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA), sementara anak sulungnya telah berkeluarga. Kini, keluarga hanya bisa meratapi duka mendalam sembari memulangkan jenazah ke kampung halaman.
Kronologi: Akumulasi Resah Berujung Maut
Berdasarkan penelusuran di lapangan, tragedi berdarah ini disinyalir merupakan bentuk akumulasi kekesalan warga setempat. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Banjar Dinas Juwuk Legi memang diresahkan oleh maraknya kasus kehilangan hewan ternak di lingkungan mereka.
Malam nahas itu tiba ketika KD diduga menyusup untuk mengambil ayam milik seorang warga bernama I Wayan Adi Suteja (31). Sang pemilik rumah yang mendapati kehadiran orang asing sontak berteriak histeris. Teriakan itu seketika memecah malam, mengundang puluhan tetangga berhamburan mendatangi lokasi kejadian.
Situasi dengan cepat berubah di luar kendali. Massa yang telanjur geram mengepung dan mengeroyok korban hingga tewas di tempat. Amarah warga tak berhenti pada nyawa korban; sepeda motor yang dikendarai KD juga menjadi pelampiasan hingga hangus terbakar sebelum aparat keamanan tiba di lokasi.
Langkah Kepolisian dan Barang Bukti
Aparat Polsek Baturiti yang menerima laporan langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiba sekitar pukul 02.00 WITA. Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan luka-luka mengenaskan akibat pengeroyokan.
"Personel mendatangi lokasi dan mendapati terduga pelaku dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, saat dikonfirmasi.
Dari hasil olah TKP dan penyisiran di sekitar lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah seekor ayam jago, sebilah golok, serta sebuah tas milik korban yang berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Guna kepentingan visum dan autopsi, jenazah KD langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Semara Ratih.
Hingga saat ini, pihak kepolisian—yang dibantu oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan—masih bekerja ekstra keras mengusut tuntas insiden berdarah ini.
Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan alat bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, serta pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan pemilik ayam.
"Sampai saat ini pemeriksaan masih dilakukan terkait identifikasi terduga pelaku dan pendalaman kasus, masih dalam proses pendalaman, tim masih bekerja di lapangan," tegas Wiwiek.
Peristiwa ini kembali menyisakan catatan kelam mengenai bahaya tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. Alih-alih menyerahkan terduga pelaku kepada aparat penegak hukum untuk diadili secara adil, eskalasi amarah justru merenggut nyawa dan menyisakan luka abadi bagi anak-anak yang kehilangan masa depan bersama ayahnya. (jpg)