Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Api Lalap 113 Hektare Lahan di Kotawaringin Barat  

Koko Sulistyo • Senin, 13 Juli 2026 | 18:51 WIB
Personel TRC BPBD Kobar saat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kecamatan Kumai, belum lama ini. (BPBD KOBAR)
Personel TRC BPBD Kobar saat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kecamatan Kumai, belum lama ini. (BPBD KOBAR)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih terus terjadi. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat 63 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 113,51 hektare.

Berdasarkan data BPBD Kobar, dari seluruh kejadian tersebut terpantau sebanyak 85 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan tingginya angka kejadian menunjukkan ancaman karhutla masih serius. Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

"Selama Januari hingga Juli 2026 tercatat 63 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 113,51 hektare. Selain itu, terpantau sebanyak 85 hotspot di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Adnan Santana, Senin (13/7).

Kejadian terbaru berlangsung pada Minggu (12/7/2026) di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar bersama unsur gabungan melakukan pemadaman terhadap karhutla dengan luas area terbakar mencapai 0,50 hektare.

Adnan menyebutkan, Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 30 kejadian dengan total luas lahan terbakar 21,61 hektare.

Sementara itu, Kecamatan Kumai mencatat dampak kebakaran terluas. Meski jumlah kejadiannya sebanyak 25 kali, luas lahan yang terbakar mencapai 62,65 hektare atau lebih dari separuh total luas lahan terbakar di Kobar.

Menurut Adnan, setiap laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh TRC BPBD bersama unsur gabungan. Petugas memprioritaskan pencegahan agar api tidak meluas ke permukiman maupun kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Ia menjelaskan, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi lahan gambut yang mudah terbakar, akses menuju lokasi yang sulit, serta keterbatasan sumber air.

Selain itu, angin kencang juga kerap menyebabkan api kembali membesar setelah berhasil dipadamkan. Karena itu, petugas melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.

BPBD Kobar terus meningkatkan patroli, pemantauan hotspot, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Kobar memastikan seluruh personel tetap siaga menghadapi potensi karhutla. Sinergi antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat terus dilakukan untuk menekan jumlah kejadian karhutla di wilayah Kotawaringin Barat.

"Personel kita siagakan untuk menghadapi karhutla, sinergitas terus kita jalin untuk menekan jumlah kejadian karhutla di Kobar," pungkas Adnan. (tyo/yit)

  

Editor : Heru Prayitno
#kotawaringin barat #karhutla