Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bandara H Asan Terancam Kabut Asap, Sekitar 2 Hektare Lahan Dekat Landasan Terbakar

Brima Putra • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:25 WIB
Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut dan semak belukar seluas sekitar 2 hektar, yang lingkar utara Jalan Tjilik Riwut, Kelurahan Baamang Hulu, yang juga berdekatan dengan landasan pacu Bandara H Asan Sampit, Jumat (2/7).(istimewa/BPBD Kotim)
Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut dan semak belukar seluas sekitar 2 hektar, yang lingkar utara Jalan Tjilik Riwut, Kelurahan Baamang Hulu, yang juga berdekatan dengan landasan pacu Bandara H Asan Sampit, Jumat (2/7).(istimewa/BPBD Kotim)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak Kamis (2/7), bisa memicu munculnya kabut asap. Apalagi kejadian itu dekat dengan kawasan landasan pacu Bandara H Asan Sampit.

Hingga Jumat (3/7), tim Badan Panggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim dan tim gabungan lainnya mengerahkan peralatan pemadaman, dan diterjunkan ke lokasi kebakaran, yang berdekatan dengan jalan lingkar utara Jalan Cilik Riwut.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan hingga Jumat pagi titik api masih aktif sehingga operasi pemadaman kembali dilanjutkan.

"Karhan di wilayah Baamang Hulu masih posisi aktif. Kami lakukan operasi pemadaman. Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan jalur lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara H Asan Sampit,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga  membuat petugas terus memantau perkembangan kebakaran agar asap tidak mengganggu jarak pandang maupun aktivitas penerbangan.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kotim, laporan kebakaran pertama kali diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD pada pukul 08.51 WIB. Tanpa membuang waktu, personel langsung menyiapkan peralatan dan meluncur ke lokasi pada pukul 09.05 WIB. Operasi pemadaman pun dimulai pukul 09.30 WIB.

Sedikitnya 15 personel BPBD dikerahkan, dan mendapat dukungan penuh dari relawan Kecamatan Baamang serta personel Pondok Kerja Manggala Agni Sampit.Beberapa peralatan yang dikerahkan antara lain, 3 Unit Truk Tangki BPBD, 2 unit kendaraan roda empat, 2 unit kendaraan roda dua, 5 unit pompa portable, 20 roll selang dan 2 unit nozzle.

Vegetasi yang terbakar merupakan semak belukar di atas tanah gambut sedalam beberapa meter, sehingga memerlukan suplai air melimpah untuk pendinginan agar api bawah tanah tidak kembali menyala.

Sayangnya, parit-parit di sekitar lokasi sudah dalam kondisi surut dan parit terdekat berjarak 100 meter dari titik api. Petugas pun  terpaksa mengandalkan suplai air terbatas dari unit tangki (WT).

Baca Juga: Diduga Sengaja Dibakar, Karhutla Dekat Bandara H Asan Sampit Meluas Hingga 4 Hektare

Karakteristik tanah gambut ditambah terbatasnya sumber air di lokasi membuat tim gabungan harus berjibaku selama lebih dari enam jam, untuk menjinakkan amukan si jago merah.

Multazam menambahkan, hasil operasi pemadaman kemarin, tim gabungan berhasil melokalisir dan memadamkan api sekitar pukul 15.45 WIB. Dari total ± 2 hektare lahan yang terbakar. Luasan lahan yang berhasil dipadamkan total dan didinginkan mencapai ± 1 hektare, sementara sisanya berhasil disekat agar tidak meluas ke pemukiman atau fasilitas umum.

“Setelah memastikan situasi aman dan melakukan pengecekan personel serta peralatan secara lengkap, seluruh tim kembali ke Kantor BPBD Kotim dalam keadaan selamat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat kemunculan asap atau aktivitas pembakaran lahan ilegal di lingkungan sekitar,” pungkas Multazam (ang/bri/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#baamang hulu #bandara h asan sampit #semak belukar #lahan gambut #karhutla