Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan, Seorang Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

Slamet Harmoko • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:12 WIB
 Operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis dini hari (2/7/2026), berubah menjadi tragedi berdarah yang menewaskan seorang anggota Polri dan menyebabkan dua personel lainnya masih dinyatakan hilang. (istimewa/radar sampit)
Operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis dini hari (2/7/2026), berubah menjadi tragedi berdarah yang menewaskan seorang anggota Polri dan menyebabkan dua personel lainnya masih dinyatakan hilang. (istimewa/radar sampit)

KATINGAN, radarsampit.jawapos.com – Operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis dini hari (2/7/2026), berubah menjadi tragedi berdarah yang menewaskan seorang anggota Polri dan menyebabkan dua personel lainnya masih dinyatakan hilang.

Peristiwa bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari masyarakat pada Rabu (1/7/2026) mengenai maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua target operasi, yakni pria berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika dan seorang rekannya berinisial BUSU.

Baca Juga: GEGER! Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Tragedi Berdarah: 1 Polisi Tewas Dibacok, 2 Hilang Misterius di Sungai, Warga Ngamuk Bawa Senpi

Tim gabungan yang dipimpin Kasatresnarkoba Polres Katingan berangkat menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di desa tersebut sekitar pukul 00.30 WIB.

Setibanya di lokasi, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama yang terdiri dari sembilan anggota bertugas melakukan penangkapan terhadap target operasi, sedangkan tiga personel lainnya bersiaga di sekitar SMP setempat sebagai tim pendukung.

Proses penangkapan semula berjalan sesuai rencana. Polisi berhasil mengamankan BIO. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang yang berada di dalam rumah melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Seorang pria dilaporkan menyerang Briptu Dedi dengan parang dari arah dapur. Serangan tersebut berhasil digagalkan setelah Briptu Dedi bersama Bripda Ferdy menguasai pelaku. Tak lama kemudian, dua pria lainnya keluar dari dalam rumah sambil mengayunkan parang ke arah Kasatresnarkoba.

Baca Juga: Update Penggerebekan Bandar Sabu Katingan: Dua Tewas saat Penggerebekan, Dua Anggota Polisi Masih Hilang

Melihat keselamatan pimpinan tim terancam, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan ke udara. Karena peringatan tidak diindahkan dan serangan terus berlanjut, petugas melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai salah seorang penyerang bernama Teriyo (40). Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kematian Teriyo memicu reaksi keluarga dan warga sekitar. Puluhan orang dilaporkan berdatangan ke lokasi sambil membawa senjata tajam, balok kayu hingga senjata api rakitan. Massa kemudian mengepung personel kepolisian yang berada di lokasi penggerebekan.

Dalam kondisi kalah jumlah, tim penindakan memutuskan mundur sambil meminta bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Saat berupaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota terpaksa menyeberangi sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil untuk menghindari kepungan massa.

Sementara itu, tim kedua yang bergerak menuju Polsek Katingan Tengah untuk meminta bantuan juga mengalami penghadangan.

Kendaraan yang mereka gunakan dikejar sebuah mobil SUV berwarna silver dan dihadang sekelompok orang bersenjata tajam serta senjata api rakitan. Meski demikian, tim tersebut berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah untuk meminta bantuan.

Di sisi lain, personel yang berada di pulau kecil kembali berusaha menyeberangi sungai karena posisi mereka terus dikepung massa.

Baca Juga: Menelisik di Balik Viral Narasi "Video TKW Taiwan 3 Vs 1": Antara Clickbait dan Ancaman Keamanan Digital

Dalam proses tersebut, tiga anggota, yakni Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga mengalami kelelahan saat berenang melawan arus sungai.

Lima personel lainnya berhasil mencapai daratan dan menyelamatkan diri dengan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi oleh tim bantuan yang datang ke lokasi.

Setelah situasi dapat dikendalikan, tim gabungan melakukan operasi evakuasi terhadap seluruh personel yang terlibat. Dari hasil pencarian, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka bacok serius di bagian kepala.

Baca Juga: GEGER! Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Tragedi Berdarah: 1 Polisi Tewas Dibacok, 2 Hilang Misterius di Sungai, Warga Ngamuk Bawa Senpi

Sementara itu, hingga proses pencarian berlangsung, dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih belum ditemukan.

Tim gabungan dari Polres Katingan bersama personel Polda Kalimantan Tengah terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar lokasi kejadian.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, aparat juga menempatkan personel tambahan di Desa Tumbang Kalemei. Sementara proses penyelidikan terhadap pelaku penyerangan serta pengembangan kasus peredaran narkotika masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Harono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini, pihaknya masih memprioritaskan pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan.

"Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan," ujarnya. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Polisi Tewas Katingan #kronologi penggerebekan #katingan #polres katingan #bandar sabu