Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ablasi Bantaran Sungai Kahayan kembali Terjadi di Flamboyan Bawah Palangka Raya. Sebuah Jembatan Kayu sampai Ambruk

Dodi Abdul Qadir • Rabu, 1 Juli 2026 | 21:31 WIB
Dampak ablasi yang kembali menggerus bantaran Sungai Kahayan. Kali ini, di kawasan Jalan Flamboyan Bawah atau Jalan A. Yani Gang Sepakat RT 003/RW 008, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Rabu (1/7).(dodi/radarsampit)
Dampak ablasi yang kembali menggerus bantaran Sungai Kahayan. Kali ini, di kawasan Jalan Flamboyan Bawah atau Jalan A. Yani Gang Sepakat RT 003/RW 008, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Rabu (1/7).(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Ablasi  yang menggerus bantaran Sungai Kahayan, kembali terjadi di kawasan Jalan Flamboyan Bawah atau Jalan A. Yani Gang Sepakat RT 003/RW 008, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Rabu (1/7/2026). Akibatnya, sebuah jembatan lingkungan ambrol dan dua rumah warga ikut terdampak.

Kawasan ini rawan terhadap ablasi karena kondisi geografisnya yang dulunya merupakan perairan atau rawa yang mengalami pendangkalan dan sedimentasi.

Peristiwa tersebut langsung mendapat respons dari Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya yang turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan awal.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya, Balap, mengatakan tim reaksi cepat (TRC) menerima laporan dari warga terkait terjadinya ablasi yang mengakibatkan akses jembatan putus serta mengancam bangunan di sekitarnya.

"TRC BPBD menerima laporan adanya ablasi yang merusak jembatan dan berdampak pada dua unit rumah warga," ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, panjang badan jembatan yang rusak mencapai sekitar 20 meter, dengan lebar area yang tergerus mencapai kurang lebih 12 meter. Selain memutus akses warga, longsoran juga mengancam dua bangunan rumah yang berada di bibir sungai.

Baca Juga: Januari-Juni 2026, Enam Kasus Bunuh Diri di Palangka Raya

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta. BPBD juga merekomendasikan, agar pemerintah segera mempertimbangkan relokasi terhadap warga yang tinggal di lokasi rawan demi menghindari risiko yang lebih besar apabila terjadi longsor susulan.

Balap menjelaskan, saat ini BPBD masih melakukan pendataan awal terhadap dampak bencana itu. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi tanah di lokasi."Pendataan masih berlangsung dan kami akan terus memantau perubahan kondisi di lapangan dalam beberapa hari ke depan," kata Balap.

Dirinya pun mengingatkan masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kahayan agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah yang masih labil ditambah cuaca yang tidak menentu dinilai berpotensi memicu ablasi maupun longsor susulan.

Dengan kondisi tanah yang belum stabil, masyarakat diminta tidak mendekati bibir longsoran maupun memaksakan melintasi jalur yang sudah rusak.(daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#ablasi #ambruk #Sungai Kahayan #jembatan #PALANGKA RAYA