SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran lahan masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Vegetasi kering yang mulai mendominasi sejumlah kawasan menjadi pemicu tingginya risiko kebakaran, seperti yang terjadi di Jalan Bukit Permai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu malam (17/6/2026).
Kebakaran yang melanda area semak belukar itu nyaris merembet ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
Beruntung, laporan cepat dari masyarakat direspons sigap oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim sehingga kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Kepala Peleton I Damkarmat Kotim Akhmad Ilham Wahyudi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.40 WIB dari seorang warga bernama Amdi. Setelah dilakukan verifikasi, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Lokasi kebakaran cukup dekat dengan kawasan permukiman. Karena itu petugas langsung melakukan penanganan begitu tiba di lokasi untuk mencegah api merambat lebih jauh,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Petugas berangkat dari markas pada pukul 22.45 WIB dan tiba sekitar pukul 23.15 WIB. Saat dilakukan pengecekan, api diketahui membakar lahan semak belukar dengan luas sekitar 60 meter x 20 meter atau kurang lebih 1.200 meter persegi.
Menurut Akhmad, banyaknya vegetasi kering di lokasi menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat kebakaran lahan berpotensi berubah menjadi ancaman serius apabila tidak segera ditangani.
Dengan menggunakan satu unit mobil tangki pemadam, petugas melakukan penyemprotan pada sejumlah titik api yang masih aktif. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kobaran api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.45 WIB.
Meski api telah padam, petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Langkah itu dilakukan guna mencegah munculnya titik api baru yang dapat memicu kebakaran susulan.
“Setelah pendinginan dan pemeriksaan selesai dilakukan, kondisi dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi potensi perambatan api,” kata Akhmad.
Operasi pemadaman berakhir pada pukul 00.10 WIB dan seluruh personel kembali ke markas sekitar pukul 00.40 WIB. Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkarmat Kotim mengerahkan empat personel.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Namun, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di area yang dipenuhi semak dan rumput kering.
Pasalnya, dalam kondisi tertentu, api dapat dengan cepat membesar dan mengancam kawasan permukiman apabila tidak segera ditangani. (oes)
Editor : Slamet Harmoko