SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dugaan penyebab kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah permanen di Perumahan Mandiri Residence, Jalan Walter Condrat, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, akhirnya mulai terungkap.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu munculnya api yang melalap bangunan, Sabtu dini hari (6/6//2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.38 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan rumah permanen berukuran sekitar 45 meter persegi sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur Hery Wahyudi, mengatakan indikasi awal di lapangan menunjukkan sumber api berasal dari instalasi listrik rumah.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada instalasi rumah," ujarnya.
Menurut Hery, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah terlihat kepulan asap disertai percikan api dari salah satu bagian rumah. Laporan segera diteruskan ke Markas Komando Damkar Kotim.
Peleton I bergerak hanya satu menit setelah laporan diterima, yakni pukul 00.39 WIB. Petugas bahkan tiba di lokasi sekitar pukul 00.41 WIB untuk langsung melakukan penilaian kondisi.
Saat itu, api telah menguasai sebagian besar bangunan sehingga status penanganan langsung ditetapkan pada kondisi merah. Prioritas petugas bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman tersebut.
Meski akses jalan menuju lokasi relatif sempit, proses pemadaman tetap berlangsung cepat berkat koordinasi petugas bersama relawan dan warga.
"Sekitar 10 menit setelah penanganan intensif dilakukan, api berhasil dilokalisir," kata Hery.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih tersisa di material bangunan.
Operasi pemadaman baru dinyatakan selesai pukul 01.47 WIB dan seluruh personel kembali ke markas sekitar pukul 02.03 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat karena seluruh bagian bangunan hangus terbakar. Hingga kini nilai kerugian material masih didata.
Hery menilai kecepatan respons petugas menjadi faktor penting yang mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
"Petugas langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi, sehingga api berhasil dilokalisir dan tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya," tegasnya.
Proses penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, kepolisian, BPBD Kotim, PDAM Tirta Mentaya, PMI Sampit, relawan pemadam kebakaran, serta warga sekitar yang ikut membantu pengamanan dan suplai kebutuhan di lapangan.
Meski dugaan sementara telah mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi layak guna mengurangi risiko kebakaran, terutama saat penghuni sedang beristirahat pada malam hari. (oes)
Editor : Slamet Harmoko