SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Genderang perang terhadap aktivitas perusak lingkungan ditabuh jajaran Polsek Mentaya Hulu, Polres Kotawaringin Timur (Kotim).
Maraknya praktik tambang emas ilegal di Desa Kawan Batu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya membuat korps baju cokelat turun gunung untuk melakukan pembersihan, Selasa (19/5/2026) lalu.
Aktivitas ilegal ini disinyalir tidak hanya memperkosa ekosistem alam, tetapi juga menjadi "bom waktu" bagi keselamatan para pekerjanya karena nekat menggunakan peralatan seadanya yang jauh dari standar keselamatan kerja.
Baca Juga: Kurir Sabu Asal Kalbar Tertangkap di Wilayah Kotim
JALAN NGABE ‘DIKEPUNG’ PETUGAS
Operasi pembersihan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Singgih Teguh Prasetyo. Sasaran utamanya adalah kawasan Jalan Ngabe, yang selama ini tersohor sebagai "sarang" sekaligus titik aktivitas tambang ilegal terbesar di wilayah tersebut.
"Penertiban ini adalah harga mati untuk menjaga Kamtibmas. Kami tidak ingin ada pembiaran terhadap aktivitas yang melanggar hukum," tegas Ipda Singgih mewakili Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Pengancaman Sambil Acungkan Sajam, Yadi Disidang Pengadilan
MACET DAN BAHAYA
Pantauan di lapangan, selain lubang-lubang maut, keberadaan tambang ini juga memicu kemacetan parah. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik penambang tampak terparkir serampangan di sepanjang Jalan Ngabe, hingga menghambat urat nadi transportasi warga sekitar.
Melihat kondisi tersebut, petugas bergerak taktis. Dengan nada tegas namun persuasif, aparat meminta seluruh penambang segera angkat kaki dan mematikan mesin-mesin mereka. Spanduk peringatan keras pun dipasang di sudut-sudut lokasi sebagai "garis peringatan" bagi siapa saja yang nekat kembali mencuri kekayaan bumi secara ilegal.
Baca Juga: Sukamara Bangun Kinerja Berbasis Inovasi
PENAMBANG PASRAH
Menghadapi kedatangan petugas, para penambang tak berkutik. Mayoritas dari mereka memilih kooperatif dan bersedia menghentikan aktivitas. Meski demikian, para pekerja sempat "merayu" petugas agar diberikan waktu tambahan untuk membongkar dan mengangkut peralatan berat yang sudah tertanam di lokasi.
"Masyarakat kami minta sadar. Selain melanggar aturan, risiko nyawa jadi taruhannya karena alat yang dipakai sangat tidak safety," tambah Singgih.
PENGAWASAN MELEKAT
Guna memastikan lokasi tersebut tidak kembali "berdenyut", Polsek Mentaya Hulu telah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan. Patroli rutin akan terus digencarkan untuk menyisir setiap jengkal wilayah yang rawan disusupi penambang ilegal.
"Kami pastikan tidak ada celah untuk praktik ilegal. Pengawasan akan dilakukan secara berkala," pungkasnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor