Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Demi Emas Nyawa jadi Taruhan. Polres Kotim Bubarkan Aktivitas Tambang Ilegal di Mentaya Hulu

Fahry Ilhami Samosir • Rabu, 27 Mei 2026 | 22:03 WIB
TAMBANG ILEGAL : Kepolisian saat menertibkan tambang emas ilegal di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim, belum lama tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
TAMBANG ILEGAL : Kepolisian saat menertibkan tambang emas ilegal di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim, belum lama tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Genderang perang terhadap aktivitas perusak lingkungan ditabuh jajaran Polsek Mentaya Hulu, Polres Kotawaringin Timur (Kotim).

Maraknya praktik tambang emas ilegal di Desa Kawan Batu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya membuat korps baju cokelat turun gunung untuk melakukan pembersihan, Selasa (19/5/2026) lalu.

Aktivitas ilegal ini disinyalir tidak hanya memperkosa ekosistem alam, tetapi juga menjadi "bom waktu" bagi keselamatan para pekerjanya karena nekat menggunakan peralatan seadanya yang jauh dari standar keselamatan kerja.

Baca Juga: Kurir Sabu Asal Kalbar Tertangkap di Wilayah Kotim

JALAN NGABE ‘DIKEPUNG’ PETUGAS

Operasi pembersihan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Singgih Teguh Prasetyo. Sasaran utamanya adalah kawasan Jalan Ngabe, yang selama ini tersohor sebagai "sarang" sekaligus titik aktivitas tambang ilegal terbesar di wilayah tersebut.

"Penertiban ini adalah harga mati untuk menjaga Kamtibmas. Kami tidak ingin ada pembiaran terhadap aktivitas yang melanggar hukum," tegas Ipda Singgih mewakili Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Pengancaman Sambil Acungkan Sajam, Yadi Disidang Pengadilan

MACET DAN BAHAYA

Pantauan di lapangan, selain lubang-lubang maut, keberadaan tambang ini juga memicu kemacetan parah. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik penambang tampak terparkir serampangan di sepanjang Jalan Ngabe, hingga menghambat urat nadi transportasi warga sekitar.

Melihat kondisi tersebut, petugas bergerak taktis. Dengan nada tegas namun persuasif, aparat meminta seluruh penambang segera angkat kaki dan mematikan mesin-mesin mereka. Spanduk peringatan keras pun dipasang di sudut-sudut lokasi sebagai "garis peringatan" bagi siapa saja yang nekat kembali mencuri kekayaan bumi secara ilegal.

Baca Juga: Sukamara Bangun Kinerja Berbasis Inovasi

PENAMBANG PASRAH

Menghadapi kedatangan petugas, para penambang tak berkutik. Mayoritas dari mereka memilih kooperatif dan bersedia menghentikan aktivitas. Meski demikian, para pekerja sempat "merayu" petugas agar diberikan waktu tambahan untuk membongkar dan mengangkut peralatan berat yang sudah tertanam di lokasi.

"Masyarakat kami minta sadar. Selain melanggar aturan, risiko nyawa jadi taruhannya karena alat yang dipakai sangat tidak safety," tambah Singgih.

Baca Juga: Usai Salat Iduladha di Masjid Agung Wahyu Al-Hadi, Bupati Kotim Salurkan Sapi Kurban dari Presiden RI

PENGAWASAN MELEKAT

Guna memastikan lokasi tersebut tidak kembali "berdenyut", Polsek Mentaya Hulu telah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan. Patroli rutin akan terus digencarkan untuk menyisir setiap jengkal wilayah yang rawan disusupi penambang ilegal.

"Kami pastikan tidak ada celah untuk praktik ilegal. Pengawasan akan dilakukan secara berkala," pungkasnya. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#pendulang emas #Mentaya Hulu #polres kotim #tambang ilegal #kuala kuayan