SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sopir ambulans yang sempat viral karena disebut tidak mendapat pelayanan pengisian BBM di SPBU Samuda akhirnya angkat bicara.
Sopir bernama Ruspandi mengakui emosinya terpancing setelah ambulans yang dikendarainya disebut sebagai kendaraan pelangsir oleh pengantre lain.
Klarifikasi tersebut disampaikan saat Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Samuda, Senin (18/5/2026).
Sidak dilakukan menyusul ramainya pemberitaan dan perdebatan di media sosial terkait dugaan ambulans tidak mendapat prioritas pengisian BBM.
“Waktu itu saya emosi, saya akui saya terpancing lantaran ada pengguna kendaraan lain di depan saya menyebut ambulans yang saya bawa itu pelangsir,” ujar Ruspandi.
Ia menegaskan, persoalan yang terjadi bukan karena pihak SPBU menolak atau menghambat pelayanan terhadap ambulans. Menurutnya, kejadian itu murni dipicu kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi persepsi keliru di tengah masyarakat.
“Saya meminta maaf karena keliru, saya sudah emosi sehingga dikira saya marah ke SPBU, padahal tidak,” katanya.
Pengakuan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya beredar luas di media sosial. Ruspandi menegaskan kemarahannya saat itu bukan ditujukan kepada petugas maupun manajemen SPBU, melainkan karena tersinggung setelah kendaraan prioritas yang dibawanya dituduh sebagai pelangsir BBM.
Sementara itu, hasil sidak Komisi II DPRD Kotim ke SPBU Samuda juga tidak menemukan adanya pelanggaran pelayanan terhadap kendaraan prioritas.
Sidak dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kotim Akhyannor bersama Wakil Ketua II Rudianur serta anggota DPRD lainnya, Zainuddin dan Wahito Fajriannor. Mereka meninjau langsung mekanisme antrean dan pelayanan di lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Manajer SPBU Samuda, Adi, menegaskan kendaraan prioritas seperti ambulans selama ini selalu mendapat pelayanan lebih dahulu.
“Jika ada kendaraan prioritas segera melapor dan langsung mengisi karena operator kami sudah tahu dan terlatih untuk melayani kendaraan prioritas. Selama ini kami selalu melayani baik dari rumah sakit maupun puskesmas ataupun fardu kifayah warga,” tegasnya.
DPRD Kotim berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bersama agar pengaturan antrean di SPBU bisa semakin tertib dan tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat. (ang)
Editor : Slamet Harmoko