SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berdampak pada ratusan warga. Meski sebagian wilayah mulai surut, sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hulu hingga kini masih terendam banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak kini mulai mengalami penurunan debit air.
“Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang dan Desa Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang dilaporkan sudah surut,” ujar Multazam, Minggu (17/5).
Baca Juga: Banjir di Utara Kotim Belum Sepenuhnya Surut, Ruas Jalan Pelangkong–Kuayan Masih Lumpuh
Sementara itu, perkembangan kondisi banjir di Desa Tumbang Mujan, Kecamatan Tualan Hulu, hingga kini masih belum ada laporan pembaruan dari lapangan.
BPBD mencatat banjir masih terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, meliputi Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, hingga Kelurahan Kuala Kuayan.
Secara keseluruhan, sebanyak 99 kepala keluarga (KK) atau 219 jiwa terdampak dalam bencana tersebut. Selain permukiman warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum.
“Total ada 174 rumah terendam. Kemudian tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, dan sekitar 2.600 meter jalan desa maupun jalan kabupaten ikut terdampak,” jelasnya.
Baca Juga: Utara Kotim Masih Rawan Banjir, Curah Hujan Tinggi Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Mei
Akibat genangan air yang masih cukup tinggi, aktivitas warga di sejumlah wilayah pedalaman masih terganggu. Ruas jalan Tanjung Jariangau–Bawan–Kuayan sebelumnya juga dilaporkan belum dapat dilintasi kendaraan.
BPBD Kotim bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan banjir, terutama di wilayah yang masih tergenang dan rawan terjadi kenaikan debit air apabila hujan kembali turun. (oes)
Editor : Slamet Harmoko