Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Jagung dan Perikanan di Seruyan masih Terkendala Pemasaran

M. Rifani Dewantara
Kepala DKPP Seruyan, Sri Susanti. (ist)
Kepala DKPP Seruyan, Sri Susanti. (ist)

Advertisement

KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan menyoroti, masih lemahnya dukungan pemasaran hasil pertanian jagung dan belum adanya kepastian harga bagi sektor perikanan di daerah. Sabtu (16/5).

Kepala DKPP Seruyan Sri Susanti mengungkapkan, petani jagung saat ini masih menghadapi kendala pada sisi pengolahan dan pemasaran hasil panen.

Menurutnya, kehadiran Bulog untuk komoditas jagung di daerah belum maksimal seperti pada komoditas padi.

Advertisement

“Kalau untuk padi sudah jelas ada pengepul dan Bulog yang menyerap hasil panen, sehingga harga lebih stabil dan petani terbantu. Untuk jagung ini memang belum maksimal,” terang Sri Susanti, saat dibincangi pekan lalu.

Ia menjelaskan, pola penyerapan gabah yang dilakukan pemerintah selama ini cukup membantu menjaga harga di tingkat petani. “Namun kondisi berbeda masih dirasakan petani jagung, terutama terkait jalur distribusi dan penjualan hasil panen,” jelasnya.

Advertisement

Sementara itu lanjut Sri, DKPP Seruyan saat ini masih fokus pada penjualan jagung pipilan yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. Pengolahan produk turunan jagung masih terbatas karena terkendala fasilitas dan pemasaran.

“Selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk jagung pipilan untuk pakan ternak. Kalau untuk produk olahan masih belum berkembang,” imbuhnya.

Selain sektor pertanian, Sri Susanti juga mengungkapkan persoalan yang dihadapi nelayan dan pembudidaya ikan di Seruyan. Menurutnya, sektor perikanan hingga kini belum memiliki perlindungan harga dari pemerintah.

“Kalau perikanan ini kasihan. Saat panen bandeng misalnya, hasilnya bisa ribuan kilogram langsung diambil di lokasi, tetapi tidak ada perhatian pemerintah terkait penetapan harga,” ujarnya.

Diungkapkannya pula, kondisi tersebut membuat petani ikan dan nelayan sangat bergantung pada tengkulak maupun pembeli di lapangan. Akibatnya, harga hasil panen kerap tidak stabil.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UMKM di Gunung Mas Didorong Agar Manfaatkan Medsos untuk Tingkatkan Pemasaran

UMKM di Gunung Mas Didorong Agar Manfaatkan Medsos untuk Tingkatkan Pemasaran

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan meminta kepada UMKM manfaatkan medsos

Koperasi Kotim Didorong Go Digital, Swalayan UMKM Jadi Etalase Produk Lokal

Koperasi Kotim Didorong Go Digital, Swalayan UMKM Jadi Etalase Produk Lokal

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong koperasi bertransformasi menjadi badan usaha modern berbasis digital

Puluhan Polisi di Gunung Mas Tanam Jagung Hibrida  

Puluhan Polisi di Gunung Mas Tanam Jagung Hibrida  

Puluhan personel Polres Gunung Mas (Gumas) melaksanakan penanaman jagung hibrida Kuartal IV 2026 di lahan milik Polres Gumas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer