SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pencarian terhadap Anudin alias Aket atau yang akrab disapa Bapak Yusuf masih terus dilakukan di kawasan hutan Dusun Danau Purun, Desa Tumbang Payang, Kecamatan Bukit Santuai. Hingga Rabu (13/5/2026), kakek berusia 65 tahun tersebut belum ditemukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam, mengungkapkan bahwa kondisi fisik korban sebenarnya sudah cukup lemah sebelum dinyatakan hilang.
“Kami sudah berkomunikasi dengan camat Bukit Santuai dan memang benar korban hilang. Kondisi fisik beliau memang sudah terbatas,” ujar Multazam.
Menurutnya, Tim Pos SAR Sampit telah berada di lokasi untuk membantu proses pencarian. Sejumlah personel juga terus melakukan pemantauan perkembangan di lapangan.
“Pak Riduan sudah berada di lapangan. Tim Pos SAR Sampit juga sudah di lokasi pencarian,” katanya.
Korban diketahui merupakan pensiunan PT Sarpatim. Sementara salah satu anaknya masih aktif bekerja di perusahaan tersebut. Hingga Selasa malam (12/5/2026), korban disebut masih belum ditemukan.
Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan hutan di sekitar desa. Warga bersama tim SAR melakukan upaya pencarian siang dan malam demi menemukan korban secepat mungkin. Drone juga diterbangkan untuk membantu memantau area yang sulit dijangkau dari darat.
Meski terus memantau perkembangan pencarian, BPBD Kotim sementara belum dapat terlibat penuh karena saat ini fokus dalam kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di wilayah Kotawaringin Timur.
“Kami tetap memonitor perkembangan kondisi terakhir. Namun BPBD saat ini juga bersiaga untuk penanganan karhutla dan kekeringan,” tambahnya.
Sebelumnya, Anudin dilaporkan hilang sejak Sabtu dini hari (9/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Hilangnya korban membuat keluarga dan warga sekitar cemas, terlebih mengingat usia lanjut dan kondisi fisiknya yang sudah terbatas.
Keluarga korban juga telah menggelar doa bersama dan tolak bala sebagai bentuk ikhtiar agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan di kawasan hutan sekitar Desa Tumbang Payang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko