SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dinilai mulai berdampak serius terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sejumlah pelaku usaha menengah ke bawah bahkan disebut mulai terancam gulung tikar akibat meningkatnya biaya operasional dan harga kebutuhan pokok.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotim, Susilo, mengatakan kenaikan BBM memicu lonjakan harga berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan, sembako hingga material bangunan.
“Dengan adanya kenaikan BBM, seluruh stok bahan pangan, sembako dan lainnya pasti ikut naik. Yang paling terdampak adalah pelaku usaha menengah ke bawah,” ucap Susilo, Jumat (8/5).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kecil dan usaha rumahan mengalami tekanan berat dalam mempertahankan usahanya.
“Sudah ada pelaku usaha rumahan dan usaha kecil yang mulai gulung tikar akibat kondisi kenaikan BBM saat ini,” bebernya.
Susilo menilai fenomena kenaikan BBM bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dipengaruhi kondisi global yang berdampak pada sektor ekonomi di berbagai negara.
Meski demikian, ia mengingatkan para pelaku UMKM agar segera melakukan evaluasi terhadap sistem produksi dan penjualan supaya usaha tetap berjalan di tengah kenaikan biaya operasional.
“Pelaku usaha harus mengevaluasi proses produksi, mulai dari pembuatan hingga penjualan agar tetap seimbang dan tidak berujung gulung tikar,” ungkapnya.
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada dunia usaha semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara pelaku usaha dan pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan.
Susilo juga memperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi di hampir seluruh sektor usaha. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap meningkatnya pengangguran dan persoalan sosial di masyarakat.
“Ini kondisi global dan bisa berdampak signifikan, mulai dari meningkatnya pengangguran hingga potensi masalah sosial,” terangnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha di Kotim untuk tetap menjaga sinergi dan saling mendukung agar perekonomian daerah tetap bergerak di tengah situasi yang tidak menentu.
“Ayo bersama-sama membangun sinergi yang berkelanjutan demi kemajuan ekonomi dalam kondisi apa pun,” ajaknya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko