Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dari Jumlah Pekerja Mencapai 1,45 Juta Orang, Lebih 50Ribu Warga Kalteng Menganggur

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:32 WIB
Kedatangan kapal penumpang di Pelabuhan Sampit, yang sebagian besar  terdiri dari kalangan pekerja perantauan. (dok.yuni/radarsampit)
Kedatangan kapal penumpang di Pelabuhan Sampit, yang sebagian besar terdiri dari kalangan pekerja perantauan. (dok.yuni/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Di tengah tekanan ekonomi dan gejolak yang belum sepenuhnya stabil, kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan sinyal campuran.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalteng mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2026, ada sebesar 3,44 persen. Dari jumlah penduduk bekerja mencapai 1,45 juta orang, 51,71 ribu orang masih menganggur.

Hal itu dapat diartikan, terdapat sekitar tiga sampai empat orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja. Namun, TPT di Kalteng sekarang mengalami penurunan 0,03 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025.

Dari angka tersebut pengangguran kalangan pria sebesar 3,38 persen, lebih rendah dibanding TPT perempuan yang sebesar 3,54 persen.

Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami membeberkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 berada di angka 69,20 persen. Angka ini turun 0,70 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan TPAK terutama pada perempuan yang turun cukup dalam, yakni 1,85 persen poin menjadi 50,89 persen. Sementara laki-laki justru naik menjadi 86,32 persen,” ujarnya,Selasa (5/5).

Dibeberkannya, jika dibedah lebih dalam, pengangguran perempuan justru naik menjadi 3,54 persen. Sebaliknya, laki-laki turun ke 3,38 persen. Kondisi ini menandakan ketimpangan akses kerja masih terjadi.

Baca Juga: Angka Pengangguran di Kotawaringin Barat Capai 6.459 Orang

Di sisi wilayah lanjut Maria, pengangguran di perkotaan tercatat 3,63 persen, sedangkan perdesaan 3,25 persen. Keduanya sama-sama turun tipis, namun belum mampu menjawab tekanan kebutuhan kerja yang terus meningkat.

Sementara itu, jumlah penduduk bekerja 1,45 juta orang itu setelah bertambah sekitar 6,68 ribu orang dari periode yang sama di tahun lalu. Namun, kualitas pekerjaan masih jadi sorotan. Sebanyak 25,36 persen bekerja paruh waktu dan 4,66 persen masuk kategori setengah pengangguran.

Mayoritas pekerja didominasi buruh,karyawan,pegawai sebesar 45,07 persen. Ironisnya, pekerja bebas di sektor pertanian hanya 2,23 persen, yang menunjukkan sektor tradisional makin ditinggalkan.

Namun lanjut Maria, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 35,32 persen (513,11 ribu orang). Kemudian, sektor perdagangan sebesar 13,29 persen (193,10 ribu orang) dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 10,08 persen (146,42 ribu orang).

“Persentase peningkatan penyerapan tenaga kerja terbanyak pada sektor Pertambangan (2,62 persen), Jasa Lainnya (1,72 persen), dan konstruksi (0,77 persen) dibandingkan Februari 2025,” paparnya.

Maria juga mengungkapkan,  sebagian besar penduduk Kalteng masih bekerja sebagai buruh, karyawan dan pegawai.Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu dari tingkat pendidikan, terdapat sekitar 13,20 persen dari total penduduk bekerja berpendidikan tinggi (diploma dan sarjana), sementara itu persentase penduduk bekerja mengalami peningkatan pada jenjang lulusan SMP, SMA dan Diploma I, II dan III.

Dibeberkannya, mayoritas penduduk yang bekerja masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah sebesar 32,18 persen. Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi,  Diploma IV hingga S3 tercatat sebesar 10,51 persen.

“Kalimantan Tengah tercatat memiliki TPT terendah dibandingkan provinsi lainnya. Sementara itu, TPAK Kalteng berada pada posisi kedua tertinggi setelah Kalimantan Barat. Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan Kalteng pada Februari 2026 menunjukkan tren yang cukup stabil dengan indikasi perbaikan pada beberapa indikator utama, terutama penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan jumlah penduduk bekerja,” pungkas Maria Wahyu Utami. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#ketenagakerjaan #pengangguran #Kalimantan Tengah (Kalteng) #badan pusat statistik (bps) #pekerja