SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Hilangnya Bendahara KUD Harapan Makmur, Adi Kuroso, berubah jadi teka-teki besar. Pria itu lenyap usai membawa uang Rp1,4 miliar dari bank, sementara mobilnya ditemukan dalam kondisi ringsek di pinggir jalan.
Polisi kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap, apakah ini kasus perampokan brutal atau skenario penggelapan yang berujung pelarian.
Kasatreskrim Polres Kotim AKP Sugiharso menyebut, penyelidikan masih terus berjalan dan belum ada kesimpulan pasti terkait penyebab hilangnya Adi.
Baca Juga: Maling Beraksi di Lapangan Tarmili, Warung UMKM jadi Sasaran
Polisi telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi. Tim Resmob juga sudah diturunkan untuk membantu pencarian bersama Polsek Baamang.
Sebelum menghilang, Adi diketahui masih sempat beraktivitas normal, bahkan bertemu seorang sales untuk rencana membeli sepeda motor. Hal ini membuat kasus tersebut semakin janggal.
“Kalau meninggal, biasanya sudah ditemukan. Tapi kalau masih hidup, pasti akan kami amankan untuk dimintai keterangan,” tegas Sugiharso.
Baca Juga: Kotim Masih Zona Merah Narkoba. BNNK: Peredaran Kian Masif!
Hingga kini, polisi terus menelusuri jejak terakhir Adi, termasuk pergerakan dan komunikasinya sebelum hilang.
Sebelumnya, Adi dilaporkan hilang sejak Kamis pagi (23/4) setelah mengambil uang Sisa Hasil Kebun (SHK) koperasi sebesar Rp1,4 miliar di bank. Kecurigaan muncul saat ia tak kunjung kembali.
Baca Juga: Polisi Tak Mau Kecolongan, BBM Subsidi Dijaga dari Aksi Curang
Pencarian mengarah pada penemuan mobil yang diduga miliknya dalam kondisi rusak parah di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Baamang menjadi petunjuk awal yang membuka banyak tanda tanya.
Kini, polisi masih memburu satu jawaban: Adi jadi korban kejahatan atau pelaku sengaja menghilang?. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor