Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jelang Kemarau Panjang, BPBD Kotim Imbau Warga Maksimalkan Penampungan Air Hujan

Usay Nor Rahmad • Selasa, 28 April 2026 | 12:03 WIB
Penyaluran air bersih ke wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, beberapa waktu lalu. (Dok. BPBD Kotim)
Penyaluran air bersih ke wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, beberapa waktu lalu. (Dok. BPBD Kotim)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk mulai memaksimalkan penampungan air hujan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan bahwa hingga akhir April potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi akibat keberadaan awan cumulonimbus. Kondisi ini memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk “memanen” air hujan sebanyak mungkin guna memenuhi kebutuhan air bersih saat kemarau tiba.

“Dari sisi alam, saat ini air sedang disediakan. Tinggal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan dengan menampung air hujan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga mencatat adanya pasang air sungai yang cukup tinggi, terutama pada siang hari. Beberapa wilayah terdampak, termasuk kawasan Sei Ubar yang dipengaruhi tingginya debit Sungai Cempaga. Akibatnya, aliran air dari Sungai Ubar tidak dapat mengalir dengan optimal, khususnya di daerah dataran rendah.

Meski demikian, Multazam memastikan kondisi banjir masih tergolong ringan dan belum menimbulkan dampak signifikan. Genangan yang terjadi umumnya hanya merendam halaman rumah warga, khususnya di wilayah selatan.

“Tidak ada kejadian yang menonjol. Namun tetap perlu diwaspadai karena kondisi air bisa berubah sewaktu-waktu,” tegasnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Sungai Mentaya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan predator, seperti buaya. Warga diminta tidak beternak di tepi sungai karena dapat menarik perhatian hewan tersebut.

“Kami sarankan ternak dipindahkan ke daratan agar tidak memancing predator mendekat ke permukiman,” tambahnya.

Saat ini, BPBD Kotim bersama pihak terkait, termasuk BKSDA, terus melakukan koordinasi untuk langkah mitigasi lanjutan, termasuk penataan fasilitas MCK di kawasan rawan.

“Masih banyak yang harus dibenahi. Yang terpenting sekarang adalah kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi alam,” pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Tampung Air Hujan #sampit #kemarau #bpbd kotim