Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tak Manusiawi! Siswi SMP Dibakar Paman Sendiri hanya Gara-gara Tak Mau Mandi

Farid Mahliyannor • Rabu, 22 April 2026 | 20:50 WIB

 

korban pembakaran oleh pamannya sendiri/AI
korban pembakaran oleh pamannya sendiri/AI

 

Radarsampit.jawapos.com - Peristiwa tragis menimpa seorang siswi SMP berinisial T, 15, di kawasan Tambakmulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bocah perempuan tersebut diduga menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh pamannya sendiri, S, 32, pada Sabtu (18/4), di depan rumahnya. 

Usai kejadian, pelaku melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. 

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menjelaskan bahwa insiden memilukan ini dipicu masalah sepele. Berdasarkan keterangan awal, pelaku emosi karena korban menolak saat diminta mandi. 

Baca Juga: RI Kembangkan Bioetanol, Pertamina dan Toyota Investasi Bangun Pabrik di Lampung

“Berawal dari pamannya itu menyuruh mandi, tapi korban menolak. Pelaku kemudian mengambil cairan diduga bensin dan menyulutnya dengan korek api,” ungkap Heri.

Api seketika menyambar tubuh korban hingga membuatnya berteriak histeris. Warga sekitar yang mendengar segera berdatangan untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban. 

Bocah tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan fokus utama adalah menangkap pelaku S. 

Baca Juga: APDESI Kecamatan Dikukuhkan, Bupati Kotim Tekankan Sinergi Desa

“Untuk motif nanti akan diperiksa langsung kepada pelaku. Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik dan kami pantau terus perkembangan lukanya,” tambah Heri.

Pemerintah Kota Semarang memastikan korban mendapatkan perlindungan dan penanganan medis secara optimal. 

Sesuai arahan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, jajaran kecamatan Semarang Utara bersama dinas terkait bergerak cepat melakukan penanganan terpadu. 

Baca Juga: Legislatif Minta SPBU Sediakan Jalur Khusus untuk Petani

Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial, serta RSUD K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN). 

“Kami melakukan atensi dan intervensi terhadap korban. Pertama, kami koordinasi dengan DP3A terkait perlindungan perempuan dan anak karena korbannya masih di bawah umur,” jelasnya.

Siwi menambahkan, korban sempat dirawat di rumah sakit swasta namun tidak ter-cover BPJS sehingga perawatan terhenti. 

Baca Juga: Pengelolaan Dana Desa Dituntut Lebih Transparan

Pemkot kemudian memfasilitasi rujukan ke RSWN agar korban mendapatkan perawatan intensif. 

Berdasarkan pemeriksaan, korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen di lengan kanan hingga punggung. “Makanya kita evakuasi karena takutnya luka rentan dengan bakteri dan virus,” ujarnya. (kmp/nur/jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#tak manusiawi #pembakaran #siswi smp #kekerasan anak