Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Terus Melemah, Masuk 5 Mata Uang Terlemah di Dunia

Farid Mahliyannor
Penulis: Farid Mahliyannor❯
mata uang Rupiah terlemah di dunia/AI
mata uang Rupiah terlemah di dunia/AI

Advertisement

 

Radarsampit.jawapos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan berdasarkan daftar mata uang terlemah di dunia yang dirilis Forbes Advisor per awal Mei 2026, rupiah Indonesia kini berada di posisi kelima mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS.

Dalam daftar tersebut, nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.420 per dolar AS. Posisi Indonesia berada di bawah Kip Laos, Dong Vietnam, Pound Lebanon, dan Rial Iran yang menjadi mata uang terlemah di dunia.

Advertisement

Pelemahan rupiah ini memicu kekhawatiran berbagai kalangan karena dampaknya mulai terasa pada harga kebutuhan masyarakat. Kenaikan harga barang impor hingga bahan baku industri disebut menjadi salah satu efek yang paling cepat dirasakan.

Ekonom Senior Dahlan Tampubolon menilai kondisi saat ini merupakan bentuk inflasi dorongan biaya atau cost-push inflation. Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah menyebabkan biaya impor berbagai kebutuhan meningkat sehingga harga barang di dalam negeri ikut terdorong naik.

Advertisement

“Sebagian besar bahan baku industri di Indonesia masih bergantung pada produk impor. Ketika dolar menguat dan rupiah melemah, maka biaya produksi otomatis ikut meningkat,” ujarnya.

Dahlan menjelaskan, berbagai sektor mulai merasakan dampak dari penguatan dolar AS. Barang-barang seperti pupuk, pakan ternak, obat-obatan, hingga bahan baku industri mengalami kenaikan harga karena transaksi pembeliannya menggunakan dolar AS.

Akibat kondisi tersebut, pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain melakukan penyesuaian harga jual kepada masyarakat. Jika harga tidak dinaikkan, maka operasional usaha berpotensi terganggu karena biaya produksi terus membengkak.

“Kenaikan harga yang mulai dirasakan masyarakat saat ini sebenarnya merupakan efek berantai dari pelemahan rupiah. Ketika biaya produksi meningkat, perusahaan akan berusaha menjaga keberlangsungan usaha dengan menaikkan harga barang atau jasa,” jelas Dahlan.

Ia menambahkan, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kondisi global, termasuk tingginya suku bunga AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Situasi tersebut membuat investor lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar AS yang dianggap lebih aman.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Celios Kritik Prabowo soal Rupiah: Terlalu Santai Hadapi Ancaman Ekonomi Global, Dampaknya Langsung ke Rakyat

Celios Kritik Prabowo soal Rupiah: Terlalu Santai Hadapi Ancaman Ekonomi Global, Dampaknya Langsung ke Rakyat

Bhima menilai gaya komunikasi Prabowo dalam menanggapi pelemahan rupiah berpotensi memunculkan sentimen negatif di tengah pasar

Prabowo Santai Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS: Tidak Berpengaruh, Masyarakat Desa Tidak Pakai Dolar

Prabowo Santai Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS: Tidak Berpengaruh, Masyarakat Desa Tidak Pakai Dolar

Prabowo juga menilai pelemahan rupiah tidak terlalu berdampak langsung terhadap masyarakat desa

Rupiah Tembus Rp17.500, Dunia Usaha Mulai Tertekan hingga Ancaman PHK Menguat

Rupiah Tembus Rp17.500, Dunia Usaha Mulai Tertekan hingga Ancaman PHK Menguat

Setelah menembus level Rp17.500 per dolar AS, tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai bukan lagi gejolak sesaat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer