Dua dekade perjalanan Radar Sampit tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika pembangunan dan kehidupan masyarakat di Kotawaringin Timur (Kotim), bahkan di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Memasuki usia ke-20, beberapa kalangan dari ragam latar belakang menyampaikan pandangan mereka. Tidak hanya soal peran Radar Sampit selama ini, tetapi juga harapan ke depan:
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran : Semoga Maju, Jaya dan Modern dengan spirit keanekaragaman dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.
Bupati Kotim Halikinnor : Tetap Jadi Mitra Kritis dan Konstruktif
Dirinya menilai, selama 20 tahun, Radar Sampit telah menunjukkan konsistensinya sebagai media yang mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah, lintas stakeholder dan masyarakat.
“Radar Sampit sudah membuktikan diri sebagai media yang hadir di tengah masyarakat, menyampaikan informasi pembangunan secara luas dan cepat,” ujarnya.
Menurutnya, di usia ke-20, Radar Sampit diharapkan tetap menjaga keseimbangan dalam pemberitaan.“Ke depan, media harus tetap kritis, tapi juga konstruktif. Itu penting agar pembangunan tetap berjalan dengan kontrol yang baik,” tegasnya.
Ketua DPRD Kotim Rimbun: Tetap Jadi Pengingat bagi Pengambil Kebijakan
Rimbun memandang Radar Sampit sebagai bagian penting dalam sistem kontrol sosial di daerah.“Selama ini banyak persoalan masyarakat yang terangkat melalui Radar Sampit. Itu menjadi bahan bagi kami untuk mengambil kebijakan,” katanya.
Ia berharap di usia ke-20, Radar Sampit semakin memperkuat perannya.“Media harus tetap jadi pengingat bagi kami di pemerintahan agar tidak keluar dari jalur kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Anggota DPRD Kalteng Hero Harapanno: Media Lokal Harus Tetap Jadi Rujukan
Wakil rakyat daerah pemilihan Kotim-Seruyan ini menilai, eksistensi Radar Sampit selama 20 tahun menunjukkan kekuatan media lokal yang dekat dengan masyarakat.
“Tidak semua media bisa bertahan selama itu. Artinya Radar Sampit punya kepercayaan publik yang kuat,” ujarnya.Ia berharap ke depan Radar Sampit tetap menjadi rujukan utama informasi di daerah.“Media lokal harus tetap kuat, tidak hanya cepat, tapi juga terpercaya,” tambahnya.
Ketua Harian DAD Kotim Gahara: Terus Suarakan Kepentingan Masyarakat Adat
Gahara menilai , Radar Sampit memiliki kontribusi dalam mengangkat isu-isu masyarakat adat selama ini.“Banyak persoalan adat yang bisa diketahui publik karena diberitakan. Itu membantu kami dalam memperjuangkan hak masyarakat,” ujarnya.
Di usia ke-20, ia berharap Radar Sampit tetap konsisten.“Media harus tetap berpihak pada keadilan dan tidak mengabaikan suara masyarakat kecil,” tegasnya.
Akademisi Riduan Kesuma: Jaga Kualitas di Tengah Arus Cepat Informasi
Akademisi Riduan Kesuma menilai Radar Sampit telah memainkan peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi lokal selama dua dekade.“Media lokal seperti Radar Sampit menjadi salah satu pilar penting dalam membangun literasi dan transparansi,” katanya.
Namun, ia mengingatkan tantangan ke depan semakin kompleks.
“Di usia 20 tahun ini, tantangannya adalah menjaga kualitas di tengah arus informasi yang sangat cepat. Jangan hanya cepat, tapi juga harus mendalam dan akurat,” ujarnya.
Praktisi Hukum Bambang Nugroho: Tetap Berani dan Independen.
Praktisi hukum Bambang Nugroho menilai usia 20 tahun merupakan bukti bahwa Radar Sampit mampu menjaga eksistensi dan kepercayaan publik.
“Tidak mudah bagi media untuk bertahan selama itu. Artinya ada kepercayaan yang dijaga,” katanya.Ia berharap Radar Sampit tetap konsisten dalam prinsip jurnalistik.
“Media harus tetap berani dan independen, terutama dalam mengungkap kebenaran yang menyangkut kepentingan publik,” tegasnya.
Aktivis Burhan Nurohman: Perkuat Peran Mengawal, Bukan Hanya Menyampaikan.
Kalangan aktivis menilai Radar Sampit telah berkontribusi besar dalam menyuarakan berbagai persoalan publik selama ini.
“Banyak isu yang muncul ke permukaan karena peran media, termasuk Radar Sampit,” ujar seorang aktivis di Kotim.
Namun, di usia ke-20, mereka mendorong agar peran tersebut semakin diperkuat.“Ke depan, media tidak cukup hanya menyampaikan. Harus konsisten mengawal sampai ada penyelesaian,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Radar Sampit Siti Fauziah ST, MAP menyambut positif beragam pandangan atas eksistensi media ini dalam 20 tahun berkarya dalam menjaga kepercayaan publik.
Dirinya mengharapkan sinergi antara Radar Sampit, pemerintah, stakeholder dan masyarakat terus terjaga dengan baik, demi sama-sama memajukan daerah. Ia juga berharap Radar Sampit bisa terus eksis bersama masyarakat dalam mengawal berbagai dinamika.
“Bisa membantu menyampaikan informasi serta turut memberikan edukasi kepada publik, salah satu upaya kami dalam melibatkan diri dalam pembangunan. Radar Sampit juga ingin berperan aktif jadi salah satu agen perubahan dan kemajuan daerah ini, dan kesejahteraan masyarakatnya” ungkap Siti Fauziah yang juga Ketua Perwatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim ini. (ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama