Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebakaran Rumah di Parenggean, Ada Pengakuan Mengejutkan dari Korban

Usay Nor Rahmad • Minggu, 5 April 2026 | 18:30 WIB
Kebakaran rumah warga Parenggean, Kotawaringin Timur, Kalteng
Kebakaran rumah warga Parenggean, Kotawaringin Timur, Kalteng

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dugaan penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (4/4/2026), mulai mengemuka dari pengakuan salah satu warga terdampak.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran tersebut meludeskan tiga bangunan milik Agau (50), Nurjaman (30), dan M. Darmawan (50). Api dengan cepat membesar karena mayoritas bangunan berbahan kayu, hingga hanya menyisakan puing.

Kepala Pos Parenggean Disdamkarmat Kotim, Heriyannor, menyebutkan laporan diterima pukul 13.32 WIB dan petugas tiba di lokasi pukul 13.40 WIB. Saat itu, api sudah mulai terkendali berkat upaya warga, dan proses pendinginan dilakukan hingga pukul 13.55 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Namun, di tengah proses penyelidikan itu, muncul pengakuan dari seorang warga yang mengaku sebagai korban, Mama Syifa. Ia meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut kebakaran dipicu kebocoran gas.

“Sebagian video yang beredar menyebutkan kebakaran karena gas bocor, itu tidak benar,” tulisnya dalam pernyataan yang beredar.

Ia mengaku sempat melihat seorang pria keluar dari rumah kosong yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Dalam keterangannya, pria tersebut diduga sengaja membakar, meski identitasnya belum diketahui.

“Saya melihat laki-laki keluar dari rumah itu dan seperti sengaja membakar,” ungkapnya.

Mama Syifa juga menceritakan kepanikan saat kejadian. Ia berusaha meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api, sembari bolak-balik mengambil air dari dalam rumah. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.

“Api semakin besar dan akhirnya memakan tiga rumah. Rumah saya habis terbakar tanpa sisa,” tuturnya.

Ia menambahkan, hanya sempat menyelamatkan tabung gas dan televisi sebelum api makin tak terkendali. Selain itu, kondisi diperparah dengan kabel listrik yang jatuh ke lantai saat kebakaran berlangsung.

Meski demikian, pernyataan tersebut masih sebatas pengakuan pribadi dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Warga pun diimbau tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil resmi dari aparat terkait. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#kebakaran parenggean #kebakaran #kebakara